Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2013

Membangkitkan Rasa Percaya Diri

Setiap orang pasti mempunyai masalah,dan tak bisa dipungkiri pada waktu kita punya masalah rasa percaya diri kita drop atau lemah.ada kalanya kita mengalami kesulitan untuk menumbuhkan rasa percaya diri itu. padahal kita sangat membutuhkan pada saat itu. sebenarnya untuk membangkitkan lagi kepercayaan diri itu membutuhkan beberapa pelatihan sederhana yang dapat di praktekan untuk mengembalikan ke arah jalurnya secepatnya pada saat  dibutuhkan. berikut ini beberapa langkah untuk membangkitkan rasa percaya diri yang hilang dalam diri kita.

1. Perhatikan Postur Tubuh - Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.

2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif - Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.

3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri - Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.

4. Latihan - Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.

5. Kenali Diri Sendiri - Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang - Apa yang mereka katakan - Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.

6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri - Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.

7. Jangan Takut Mengambil Resiko - Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan ha-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.

Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan

Sabtu, 05 Januari 2013

Lingkungan Kita adalah Pikiran Kita

Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih.Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.
“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.
“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.
Norman Vincent Peale, penulis buku “The Power of Positive Thinking”, tersenyum penuh simpati.
“Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya Norman dengan lembut.
Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.
“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu tetap dalam kesedihan.
“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”
“Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Norman.
“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!”
“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.
“Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang amat mencintai”.
“Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”
“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!”
“Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam penjara.” kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.
Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.
“Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu,” katanya.
Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik. Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.
Tuliskanlah hal-hal positif yang Kita pernah dan sedang miliki dalam hidup ini, bebaskan pikiran-pikiran kita dari hal-hal negatif yang hanya akan menyedot energi negatif dari luar diri kita. Dengan berfikir positif kehidupan ini akan terasa amat indah dan tidaklah sekejam yang kita bayangkan. Objek-objek yang berada di sekitar kita akan sangatlah tergantung dari bagaimana cara kita memandang dan mempersepsikannya. Lingkungan Kita adalah Pikiran Kita. Lingkungan akan berbuat positif kepada Kita jika Kita mempersepsikannya baik, sebaliknya Lingkungan akan berbuat negatif kepada kita ketika kita mempersepsikan sebaliknya.
( sumber: emotivasi.com)

Selasa, 18 Desember 2012

Ular Dan Emas



Dahulu kala ada seorang petani miskin yang mesti berjuang keras untuk memajukan kehidupannya. Namun meskipun ia terus bekerja dan berhati-hati dalam melakukan pengeluaran, ia tetap saja tak mampu menyisihkan penghasilannya untuk ditabung, selalu saja pas-pasan.

Suatu malam, dalam tidurnya ia bermimpi ada suara yang berkata: "Jika ada sesuatu di dunia ini yang begitu sulit untuk kamu dapatkan, maka suatu waktu hal itu akan muncul begitu saja di hadapanmu." Dan petani inipun terbangun dari tidurnya. Dia kemudian berharap bahwa ketika ia bangun di suatu pagi, ia akan menemukan harta yang berlimpah di rumahnya sendiri. Dengan begini, tidak diragukan lagi bahwa kekayaan itu memang dimaksudkan untuknya.

Beberapa hari berlalu, ketika ia sedang dalam perjalanan, bajunya tersangkut pada semak-semak berduri yang tumbuh di sekitar ladang, Tak ingin kejadian yang sama terulang, dia pun bermaksud membabat habis semak belukar itu. Namun ketika ia mencabut akar dari semak itu, di bawahnya ia menemukan sebuah kendi. Dibukanya tutup kendi itu, dan alangkah kagetnya si petani ketika mengetahui bahwa di dalam berisi begitu banyak kepingan emas. Pada mulanya hati petani miskin ini berteriak girang, namun setelah beberapa menit berpikir, ia kemudian berkata: "Oh aku memang ingin sekali menjadi kaya. Tapi aku telah meminta agar harta itu muncul di gubuk kecilku, akan tetapi aku justru menemukannya di ladang ini. Oleh karenanya aku takkan mengambil kendi ini berisi emas. Kendi ini tidak ditakdirkan untukku."

Lalu petani itu pun meninggalkan kendi di tempat ia menemukannya dan kembali berjalan pulang. Sesampainya di rumah ia pun menceritakan penemuannya kepada istrinya. Istrinya pun marah besar atas kebodohan sang suami meninggalkan harta itu di ladang. Dan ketika si petani tidur, istrinya pun pergi ke rumah tetangga dan mengatakan segalanya. "suami saya yang begitu bodohnya justru meninggalkan harta itu di ladang dan bukan membawanya pulang. Pergi dan ambillah harta itu untukmu dan bagilah denganku."

Tetangga itu pun sangat senang dengan saran ini, dan tak menunggu lama ia pun menuju ke tempat yang dimaksud oleh istri petani. Disibaknya semak-semak belukar, dan ia memang menemukan kendi itu masih berada disana. Diangkatnya dan ditengoknya ke dalam kendi itu. Namun alangkah panik dan marahnya ia ketika melihat bahwa kendi itu ternyata tidak berisikan kepingan emas seperti yang diceritakan oleh istri petani melainkan penuh dengan ular berbisa.

"Perempuan licik. Dia pasti hendak menjebakku. Dia berharap aku memasukkan tanganku ke dalam hingga aku digigit dan mati keracunan oleh bisa ular." pikirnya marah.

Jadi iapun kembali menutup kendi itu dan membawanya pulang. Dan pada saat tengah malam tiba, dengan diam-diam dia mendatangi rumah petani miskin tetangganya. Dia melihat sebuah jendela yang terbuka. Dengan sigap dipanjatinya. Dikeluarkannya ular-ular berbisa itu dari dalam kendi, dan iapun kembali pulang.

Ketika fajar tiba, petani miskin yang pertama kali menemukan kendi tersebut, bangun untuk memulai hari. Ketika ia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air, dilihatnya setumpuk koin emas berhamburan di bawah jendela rumahnya. Dalam hati ia mengucap rasa syukur sembari berkata: "Akhirnya aku bisa menerima kekayaan ini, mengetahui bahwa mereka pasti ditujukan untukku, karena mereka muncul di rumahku sendiri, seperti yang aku harapkan!"
______________________________________________________________________________________
 Pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita dongeng diatas?
Tentu saja bukan tentang mimpi si petani dimana harta itu tiba-tiba akan datang dengan sendirinya.
Tidak bukan itu.

Tapi pelajaran tentang bagaimana kita ini manusia haruslah pandai-pandai dalam melihat dan mencermati sebuah kesempatan yang ada. Namun telaahlah saat kita mengambil kesempatan itu sendiri, jangan sampai apa yang kita ambil itu merupakan hak milik orang lain. Seperti misalnya si petani miskin yang menolak mengambil kendi berisi emas saat ia menemukannya di ladang. Dia dapat melihat itu memang merupakan sebuah kesempatan, tapi dia merasa kesempatan itu memang belum diperuntukkan untuknya. Dia menemukan emas itu di ladangnya, bisa saja emas itu milik orang lain.

Memang ada sebuah pepatah 'siapa cepat dia yang dapat', tapi apakah anda bisa hidup bahagia dengan bersenang-senang di atas derita orang lain?

Namun pada saat kesempatan itu telah datang, dan anda yakin kesempatan itu memang diperuntukkan untuk anda, maka jangan tunggu lagi. Segera raihlah kesempatan itu.

Oleh karenanya, selalu bukalah mata anda. Tengoklah sekeliling anda, kesempatan itu mungkin kini ada di depan anda hanya saja anda kurang melihatnya. :)

Selasa, 23 Oktober 2012

cara menjadi seorang pemberani

 Jika anda pemalu, ragu-ragu, atau pasif. anda beresiko memiliki kehidupan yang dipenuhi dengan rutinitas dan sasaran-sasaran yang tidak tercapai. kemajuan-kemajuan yang kita lihat saat ini dilakukan oleh orang-orang yang berani - ilmuwan, politikus, artis, dan orang-orang lain yang tidak menunggu datangnya peluang. Jadi jika anda ingin menjadi seseorang yang pemberani dan tidak tidak dapat dihentikan, berikut ini beberapa cara yang harus kita lakukan.


1. Berpura-Puralah Anda Adalah Seorang Pemberani.
Jika anda bertukar tempat dengan seseorang yang sangat berani, apa yang akan mereka lakukan jika mereka ada di posisi anda? Jika anda mengenal seseorang yang berani, bayangkan bagaimana mereka akan bertindak. Jika anda tidak mengenal orang seperti itu, pikirkan seorang karakter yang berani dari film atau buku. Habiskan waktu satu jam setiap hari selama seminggu untuk berpura-pura menjadi mereka.
Saat anda melakukannya, pergilah ke suatu tempat dimana orang-orang tidak mengenal anda dan tidak akan terkejut melihat tindakan anda yang mungkin lain dari biasanya. Cobalah lakukan dan lihat apa yang terjadi – anda mungkin menemukan hal-hal luar biasa ketika anda berani, dan anda mungkin akan merasa yakin untuk menerapkan sikap ini pada kehidupan anda sehari-hari.
2. Ambil Inisiatif.
Ketika anda merasa ragu – khususnya dalam berinteraksi dengan orang lain – simpan ego anda dan ambil langkah pertama. Tanyakan pada rekan kerja anda apakah mereka mau pergi ke cafe untuk minum-minum sehabis bekerja. Katakan kepada orang yang anda sukai bahwa anda memiliki 2 tiket konser dan anda ingin orang tersebut ikut dengan anda. Berikan sahabat karib anda pelukan dan minta maaf atas kesalahan yang pernah anda buat sebelumnya. Tersenyumlah dan berkediplah pada kasir yang berpenampilan menarik.
3. Lakukan Sesuatu Diluar Dugaan.
Apa yang bisa anda lakukan yang kira-kira akan mengejutkan orang-orang yang mengenal anda? Memakai sepatu hak tinggi? Bungie jumping? Mengikuti kelas dansa? Orang-orang pemberani tidak takut mencoba melakukan sesuatu yang baru, dan salah satu alasan mereka sangat menarik untuk berada di sekeliling anda adalah karena mereka terus membuat anda menerka-nerka.
Anda bisa memulai dari sesuatu yang kecil, mungkin mengenakan pakaian dengan warna atau gaya yang tidak biasanya anda pakai, atau mengunjungi tempat yang biasanya tidak anda kunjungi. Pada akhirnya, anda akan mencapai suatu titik dimana anda memiliki ide yang membuat orang lain ternganga saat anda mengutarakannya (“Apakah anda serius? Arung Jeram?” atau “Anda pasti bercanda. Anda ingin membeli ruko di jalan tersebut?”).
4. Mintalah Apa Yang Anda Inginkan.
Daripada menunggu untuk dikenali orang karena usaha anda, atau mengharapkan seseorang untuk mempertimbangkan kebutuhan anda, majulah dan mintalah.
Beberapa orang merasa bahwa meminta sesuatu adalah perbuatan yang serakah, egois, dan kasar – dan itu betul, jika anda meminta sesuatu yang bukan menjadi hak anda. Namun jika seseorang menahan sesuatu yang menjadi hak anda, merekalah yang serakah, egois, dan kasar.
Lagipula, hal terburuk apa yang mungkin terjadi? Mereka berkata tidak.
• Mintalah promosi atau kenaikan gaji yang telah anda nanti dan sudah anda kerjakan.
• Mintalah potongan harga. Menawarlah. Frase “Berapa harga terbaik yang anda bisa berikan untuk saya?” merupakan cara mudah dan ampuh untuk menghemat uang.
• Mintalah agar iuran tahunan kartu kredit anda dihapuskan.
• Mintalah bantuan atau nasihat kepada saudara, sahabat, atau orang yang benar-benar asing.
• Mintalah klarifikasi jika anda tidak yakin apa yang orang harapkan dari anda.
5. Mengambil Risiko.
Ada perbedaan antara ceroboh dan mengambil risiko. Orang-orang ceroboh tidak mengambil risiko.. mereka tidak memikirkan risiko yang ada. Di sisi lain, seorang pemberani sangat memahami risiko yang ada, dan telah memutuskan untuk tetap pada keputusan yang mereka ambil, siap dan bersedia menerima konsekuensi jika kenyataan berbeda dengan yang mereka harapkan.
Pikirkan seorang atlet yang mengambil risiko setiap harinya. Apakah mereka ceroboh? Tidak. Mereka mengambil risiko yang terukur. Anda mungkin melakukan kesalahan; kita semua melakukan kesalahan. Namun tidak melakukan apa-apa juga merupakan kesalahan, sesuatu yang bisa membawa anda pada kekosongan dan penyesalan. Bagi sebagian orang, mengambil risiko dan mengalami kegagalan merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga daripada tidak melakukan apapun.
Sebaliknya, jangan mencampuradukkan berani dengan agresif. Agresif seringkali memaksakan pendapat atau tindakan anda pada orang lain. Keberanian tidak ada hubungannya dengan orang-orang di sekitar anda; keberanian adalah mengatasi rasa takut anda dan mengambil tindakan.
Ingatlah, meskipun anda akan merasa sangat bersemangat dalam melakukan sesuatu yang baru, risiko kegagalan tetap ada karena kurangnya pengalaman anda. Sikapi kegagalan anda; kegagalan bukanlah kebalikan dari kesuksesan, kegagalan merupakan komponen penting dari kesuksesan. Kebalikan dari sukses adalah berdiam diri.
6. Temukan Kembali Diri Anda.
Intinya, keberanian berasal dari dalam diri anda, dari apa yang anda percayai. Keberanian bukan tentang apa yang anda lakukan, melainkan siapa diri anda. Jika anda tidak mengenal diri anda, anda tidak pernah menjadi pemberani.
Mulailah menghargai keunikan anda. Temukan hal-hal yang membuat anda berbeda dan tunjukkan pada orang-orang di sekeliling anda. Curahkan perhatian dan sayangi diri anda sendiri karena tidak penting apa yang orang lain katakan. Itulah inti dari keberanian.

Selasa, 25 September 2012

Belajar dari ‘Kearifan segenggam garam’

Dahulu kala, hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal sholeh dan bijak. Di suatu pagi yang dingin, datanglah seorang lelaki muda yang sedang di sedang landa masalah. Dengan langkah gontai dan rambut kusut, ia tampak seperti orang yang tak pernah mengenal bahagia. Tanpa menunda waktu, ia mengungkapkan segala keresahannya. Impiannya yang gagal, karir, cinta, dan hidupnya yang tidak pernah berakhir bahagia. Bapak tua yang bijak itu hanya mendengarannya dengan teliti dan seksama. Tanpa berkata apa-apa, ia hanya mengambil segenggam garam dan memasukkannya ke segelas air, lalu mengaduknya dan berkata, “Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya??”.
Dan pemuda itu pun meminum segelas air yang telah diberikan oleh pak tua. “Ahh.., asin sekali! Pahit pak!!”, jawab pemuda tersebut. Pak tua itu hanya tersenyum, lalu mengajak anak muda tersebut berjalan ke tepi telaga yang ada dalam hutan dekat tempat tinggalnya.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya sampailah mereka di tepi telaga yang tenang. Masih dengan mata yang tenang dan penuh dengan cinta, orang tua yang bijak itu menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga yang membuat gelombang dan riak kecil.
Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, “Anak muda, coba kamu cicipi air telaga tersebut, dan minumlah”. Setelah anak muda tersebut meneguk air telaga, pak tua bertanya lagi, “Bagaimana rasanya??”. “Mm.., ini baru segar sekali rasa airnya Pak tua”, jawab anak muda tersebut.
“Dan apakah kamu masih merasakan garam di dalam air tersebut?”, tanya pak tua. “Tidak, sepertinya tidak, sedikitpun aku tidak merasakan asin!”.
Mendengar hal itu, dengan bijak Pak tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di tepi telaga dan berkata, “Anak muda, pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Tidak lebih dan tidak kurang! Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita miliki”.
Kepahitan itu selalu berasal dari bagaimana kita meletakkan segalanya. Dan itu tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya satu hal yang boleh kita lakukan. Lapangkanlah dada untuk menerima semuanya, luaskan hati untuk menampung sebuah kepahitan tersebut, luaskan wadah pergaulan supaya kita mempunyai pandangan hidup yang luas. Maka, kita akan banyak belajar dari keleluasaan tersebut. Hati adalah wadah itu, perasaan adalah tempat itu, kamu adalah tempat menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hati seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam semua kepahitan itu, dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.
Keduanya lalu beranjak pulang, mereka sama-sama belajar dari hati. Dan Pak tua si orang bijak tersebut, kembali menyimpan segenggam garam, untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya yang membawa keresahan jiwa.

Rabu, 05 September 2012

PEMENANG vs PECUNDANG



Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah.

Pemenang selalu punya program;
Pecundang selalu punya kambing hitam.

Pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda”;
Pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan saya”;

Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, “itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa”;
Pecundang selalu berkata, “Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit”.

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, “saya salah”;
Saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, “itu bukan salah saya”.

Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, “Saya harus melakukan sesuatu”;
Pecundang berkata, “Harus ada yang dilakukan”.

Pemenang adalah bagian dari sebuah tim;
Pecundang melepaskan diri dari tim.

Pemenang melihat keuntungan;
Pecundang melihat kesusahan.

Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan;
Pecundang melihat permasalahan.

Pemenang percaya pada menang-menang (win-win);
Pecundang percaya, mereka yang harus menang dan orang lain harus kalah.

Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat.

Pemenang seperti thermostat;
Pecundang seperti thermometer.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata2 yang lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata2 yang keras.

Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai2 tapi bersedia berkompromi pada hal2 remeh;
Pecundang berkeras pada hal2 remeh tapi mengkompromikan nilai2.

Pemenang menganut filosofi empati, “Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda”;
Pecundang menganut filosofi, “Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda”.

Pemenang membuat sesuatu terjadi;
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Para Pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan untuk menang…
Para pecundang hanya berencana dan berharap ia akan menang …

So, who you are?? Jadilah Pemenang !

Rabu, 29 Agustus 2012

Jangan menyerah.

Alkisah  ada seorang pemuda miskin yang sedang berusaha mencari pekerjaan di kota, dengan harapan uang yang ia dapatkan hasil dari bekerja dapat ia gunakan untuk membawa sang ibu yang sakit berobat kedokter. Ditengah perjalanan, ia mendengar bahwa ada seorang raja yang bijaksana hendak mengadakan sayembara untuk membuat sebuah perkebunan ditanah yang gersang lagi tandus demi keseja
hteraan penduduknya, dan siapa saja yang berhasil menanam tananaman padi ditanah yang gersang itu, hingga padi tersebut dapat dipanen setelah musim panen datang, maka sang raja akan memberinya sekantong uang emas. Terbesit dalam pikiran sang pemuda itu untuk mengikuti sayembara tersebut, namun keraguan mulai menghantuinya tatkala ia mendapati seluruh peserta sayembara rata-rata bertubuh besar, sedang dirinya seorang yang bertubuh kecil.
“Siapa saja yang berani mengikuti sayembara ini silahkan maju kedepan,” kata sang raja yang duduk disanggasana.
Dengan langkah yang pasti dan keyakinan yang penuh majulah pemuda itu bersama tiga orang pemuda lainnya yang bertubuh besar. Dan saat pemuda bertubuh kecil itu berada dibarisan depan bersama pemuda yang bertubuh besar, hampir semua penduduk yang menghadiri sayembara tersebut tertawa terbahak-bahak. Tiga hari berlalu, dan sayembara pun siap dilaksanakan. Gong yang dipukul sang raja menjadi tanda telah dimulainya sayembara tersebut.
“Disini ada sebuah cangkul yang telah disediakan oleh raja dan benih tanaman padi, silahkan mengambil cangkulnya satu per satu dan benihnya,” kata seorang pengawal raja.
Setelah sang pemuda itu mengambil salah satu cangkul dan benih padi yang telah tersedia, ia segera menuju ketempat yang akan dibuat perkebunan. Terlihat tempatnya begitu gersang lagi tandus dan tanpa membuang waktu pemuda itu segera mencangkul tanah itu lalu menyebar benihnya. Dan hasilnya sang pemuda itu hanya dapat menanam benih padi disebidang tanah, sedang pemuda yang lainnya mampu menanam dibeberapa bidang tanah. Sang pemuda itu tak terlihat bersedih sedikitpun meskipun banyak penduduk yang menertawakannya. Dan ketika musim panen datang, hasilnya begitu menganggumkan tanaman padi milik sang pemuda itu berhasil dipanen sedang milik pemuda yang lainnya gagal panen.
Bertanyalah sang raja padanya, “Nak apa rahasianya sehingga kamu bisa berhasil panen, sedang yang lainnya mengalami kegagalan?”
Sang pemuda menjawab, “Hampir setiap hari setelah saya mengurus ibu saya yang sakit, saya datang kesini untuk membersihkan rumput-rumput yang tumbuh diantara tananman padi tersebut dan mengairinya dengan air yang saya ambil dari sungai terdekat. Dan selama saya melakukan hal itu saya tak melihat salah seorang peserta sayembara melakukannya, sehingga tak heran jika tanaman padi mereka ditumbuhi oleh rerumputan. Dan itu menyebabkan gagal panen”
Dan sesaat setelah pemuda itu memberitahukan rahasianya meraih keberhasilan sang raja memberinya sekantong uang emas, kemudian pemuda itupun pulang kerumah dengan hati yang senang karena dapat membawa ibunya berobat kerumah sakit.

sobat tercinta,
Bukan tempatnya yang akan membuat engkau berhasil, melainkan ketekunanmu dalam mengupayakan keberhasilan itulah yang akan memberhasilkanmu. Karena sungguh, sebuah hal kecil yang dapat kau selesaikan, itu lebih baik dibanding sebuah hal besar yang masih berada dalam angan-anganmu. Untuk itu, dalam kesempatan yang ada disaat waktu untuk meraih keberhasilan selalu tercipta, maka manfaatkalah waktu itu dengan sekecil-kecilnya tindakanmu untuk mengupayakan keberhasilan. Dengan begitu, kau akan melihat Tuhan Yang Maha Baik, akan memperbesar peluang meraih keberhasilan yang menjadi hakmu.
Jangan mudah menyerah dan cepat mengeluh dengan keadaanmu saat ini. Sebab, Tuhan tidak akan mengubah keadaanmu jika kau tak berusaha mengubahnya. Berhentilah mengeluh dan segeralah ambil langkah pertama untuk menciptakan tindakan. Seperti pepatah cina yang mengatakan, “langkah seribu mil selalu dimulai dari langkah pertama.” Maka, jika kau ingin berdiri diatas keberhasilan bangkitlah dari ranjang kemalasan dan ciptakanlah langkah pertama agar langkah demi langkah selanjutnya selalu tercipta hingga mengantarkanmu meraih keberhasilan.

Senin, 27 Agustus 2012

Pohon alpukat, benalu dan dosa kecil

suatu hari, sebatang pohon alpukat menikmati sejuknya udara sore.
Tiba-tiba keasyikannya terusik oleh sapaan dari sebutir biji benalu yang sedang diterbangkan angin kian kemari. “Selamat sore Kat”, sapa benalu. “Oh, kamu Lu, selamat sore juga”, balas alpukat. “Wah Kat, sekarang kamu sudah besar,ranting-rantingmu banyak, daunmu lebat, buahmu be

sar-besar”, puji benalu. “Iya Lu, itu karena akar-akar saya banyak dan rajin menghisap sari-sari makanan dari dalam tanah”, kata alpukat dengan bangga. Kemudian benalu melanjutkan, “Hampir sepanjang hari saya diterbangkan angin, rasanya badan saya capek sekali, boleh tidak saya beristirahat di salah satu rantingmu, satu malam saja?”. Tanpa berpikir panjang alpukat langsung mengabulkan permohonan sang benalu, “Jangankan satu benalu kecil, lima puluhpun saya masih tidak terasa,’ pikir alpukat.

Maka sejak itu benalu tinggal di pohon alpukat dan tanpa disadari oleh alpukat, benalu makin hari makin besar dan beranak banyak. Suatu hari alpukat melihat tubuhnya sudah kurus kering, saat itulah alpukat sadar bahwa benalu sudah merugikan dirinya. Lalu alpukat memutuskan untuk menyuruh benalu meninggalkan tubuhnya. “Kat, semua akar-akar saya sudah tertancap dalam tubuhmu jadi jangan pernah bermimpi kalau saya akan memenuhi permintaanmu”, kata benalu sambil tertawa. Semakin hari Alpukat makin kurus dan akhirnya mati karena benalu terus menghisap makanan dari tubuh alpukat tanpa belas kasihan.

Banyak orang yang bertindak seperti alpukat ini, waktu dosa-dosa kecil datang menggoda, dan hadir dengan segala daya tariknya, mereka tidak langsung menolaknya, mereka pikir, ‘Ah itu hanya dosa kecil saja, tidak akan memengaruhi keimanan saya’. Saya akan tetap rajin berdoa. Terbukti bahwa setiap orang yang meremehkan dosa, yang kecil sekalipun, akan terjerat oleh dosa yang lebih besar lagi. Satu hal yang harus kita ingat, kalau hari ini kita melakukan satu dosa kecil, dosa kecil tersebut makin lama akan menjadi besar dan melahirkan dosa-dosa lain karena salah satu sifat dosa adalah melahirkan dosa. “Jauhilah nafsu orang muda. Jangan merasa diri kuat iman sehingga Anda bebas bermain-main dengan dosa. Setiap perbuatan dosa, harus kita jauhi dan hindari.”

Minggu, 29 Juli 2012

Siput dan Katak

Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput: “Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?”
Siput menjawab: “Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sana ke mari, Tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih.”
Katak menjawab: “Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak).”
Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki. Hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri.

Senin, 25 Juni 2012

4 POLA PIKIR ORANG SUKSES


orang sukses punya pola pikir..., atau cara berfikir yang berbeda dengan pola pikir kebanyakan orang yang tidak sukses. Apa saja itu ?

Banyak Buku Biography yang menceritakan tentang bagaimana perjalan hidup, dan karir bisnis dari orang-rang sukses yang ada di dunia ini - dan tentunya semua pola pikir dari orang-orang sukses tersebut dapat dijadikan tolok ukur - dan juga menjadi Inspirasi yang sangat berharga bagi setiap orang lain-nya yang ada di muka bumi ini, agar tentunya, setiap orang lain juga berhak dapat meraih rahasia dari "kesuksesan" tadi - sebelum action, dalam mencapai sukses tentunya, harus dimulai dari merubah kebiasan konsep pola pikir ( mind set ) yang lama, menjadi lebih baru, dan lebih terbuka dan tanggap terhadap setiap segala hal yang sedang terjadi - dalam memaknai setiap hal, dengan lebih cermat sehingga dapat menumukan solusi baru dalam melangkah mencapai menuju anak tangga kesuksesan tersebut. dan apa saja yag menjadi pola pikir orang sukses..

Sukses tidak ditentukan oleh nasib
Nasib seseorang sangat dipengaruhi oleh semua tindakan yang dilakukannya. Tentu saja tindakan-tindakan itu dimotori oleh pola pikirnya. Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah karena nasib, melainkan karena pola pikir dan tindakannya yang berakibat pada keadaan sekarang. Untuk menjadi sukses dan kaya, orang harus berkemauan keras dan berusaha secara konsisten dari waktu ke waktu. Untuk mencapai sukses yang lebih besar, Kita sewajarnya harus meniru cara berpikir dan cara kerja orang sukses, yaitu mulai dengan sukses-sukses kecil setiap waktu dan dilandasi banyak kemampuan yang akan mempermudah jalan menunju sukses dan kaya.

Sukses adalah suatu kebiasaan
Orang sukses menjadi sukses sebagai suatu kebiasaan yang harus dijalani. Baginya, sukses bukanlah suatu destinasi (tujuan akhir), melainkan suatu proses perjalanan. Setiap keputusan dan tindakan jitu yang Anda lakukan sudah merupakan sukses. Dalam perjalanan hidup sehari-hari, Anda akan banyak mendapatkan sukses-sukses yang terkumpul menjadi sukses besar. Sukses besar tidak dihasilkan hanya dari satu keputusan dan satu tindakan saja, melainkan merupakan akumulasi dari setiap sukses yang Anda peroleh sehari-hari. Dengan demikian, sukses adalah suatu kebiasaaan positif di dalam hidup seseorang.

Kegagalan adalah bagian dari sukses
Orang sukses memandang kegagalan yang dialaminya sebagai bagian dari kesuksesan, sehingga tidak seharusnya membuatnya jera dan menghalangi peluang sukses di masa yang akan datang. Kegagalan hanyalah suatu kesuksesan yang tertunda. Justru dengan suatu kegagalan yang dialaminya ia akan bertambah pengalaman, aman, dan bertambah matang. Ia bertambah gigih dan berhasil. Sebaliknya, orang gagal akan memadang pengalaman ke gagalnya sebagai suatu "trauma" yang membuatnya menjadi jera dan takut untuk memulai lagi.

Orang sukses selalu berorentasi kepada solusi
Dalam hidup, orang yang tidak akan pernah lepas dari masalah. Orang sukses meyakini bahwa di balik suatu masalah yang datang pasti ada peluang dan solusinya. Pola pikir seperti inilah yang membuatnya tahan uji dan tak mudah menyetah. Sebaliknya, orang gagal akan memandang adanya masalah di setiap solusi yang dibuat. Akibatnya, ia cenderung pesimistis dalam menanggapi setiap peluang,. Ia lebih memilih status quo yang dirasa paling aman baginya. Orang gagal biasanya takut mencoba. Baginya lebih baik berdiam diri daripada mencoba dan gagal.

Kamis, 21 Juni 2012

Sup Batu


 selamat beraktivitas kawan semua,semoga Tuhan selalu memberikan perlindungan bagi kita semua.untuk menemani kawan2 beraktivitas. saya akan share sedikit cerita yang mungkin bisa menjadi sumber inspirasi bagi kita.

pada suatu hari, tiga orang bijaksana berjalan melintasi sebuah desa kecil.
Desa itu tampak miskin. Tampak dari sawah-sawah sekitarnya yang sudah tidak menghasilkan apa-apa lagi. Ya, memang telah terjadi perang di negeri itu - dan sebagai rakyat jelata - merekalah yang kena dampaknya. Macetnya distribusi pupuk, bibit, dan kesulitan-kesulitan lain membuat sawah mereka tidak mampu menghasilkan apa-apa lagi. Cuma beberapa puluh orang yang masih setia tinggal di desa itu.
Sekonyong-konyong beberapa orang mengerubuti tiga orang bijaksana itu. Dengan memijit-mijit tangan dan punggung tiga orang itu, orang-orang desa memelas dan meminta sedekah, roti, beras, atau apalah yang bisa dimakan.
Satu dari tiga orang bijaksana itu lalu bertanya kepada penduduk desa itu, “Apakah kalian tidak punya apa-apa, hingga kalian meminta-minta seperti ini ?”
“Kami tidak memiliki apapun untuk dimakan, hanya batu-batu berserakan itu yang kita miliki.” Jawab salah satu penduduk desa.
“Maukah kalian kuajari untuk membuat sup dari batu-batu itu ?” tanya orang bijaksana sekali lagi.
Dengan setengah tidak percaya, penduduk itu menjawab, “Mau..”
“Baiklah ikutilah petunjukku.” Orang bijaksana itu menjelaskan, “Pertama-tama, ambil tiga batu besar itu, lalu cucilah hingga bersih !” perintah orang bijaksana sambil menunjuk tiga buah batu sebesar kepalan tangan. Orang-orang pun mengikuti perintahnya.
Sesudah batu itu dicuci dengan bersih hingga tanpa ada pasir sedikitpun di permukaannya. Orang bijaksana itu lalu menyuruh penduduk untuk menyiapkan panci yang paling besar dan menyuruh panci itu untuk diisi dengan air. Ketiga batu bersih itupun lalu dimasukkan ke dalam panci - dan sesuai dengan petunjuk orang bijaksana itu - batu-batu itupun mulai direbus.
“Ada yang dari kalian tau bumbu masak ? Batu-batu itu tidak akan enak rasanya jika dimasak tanpa bumbu.” Tanya orang bijaksana.
“Aku tahu !” seru seorang ibu, kemudian ia mengambil sebagian persediaan bumbu dapurnya, kemudian meraciknya, dan memasukkannya kedalam panci besar itu.
“Adakah dari kalian yang memiliki bahan-bahan sup yang lain ?” Tanya orang bijaksana itu. “Sup ini akan lebih enak jika kalian menambahkan beberapa bahan lain, jangan cuma batu saja.”
Beberapa penduduk mulai mencari bahan-bahan makanan lain di sekitar desa. Beberapa waktu kemudian dua orang datang dengan membawa tiga kantung kentang. “Kami menemukannya di dekat kali, ternyata ada banyak sekali kentang liar tumbuh disana.” Katanya. Kemudian orang itu mengupas, encuci, dan memotong-motong kentang-kentang itu dan memasukkannya ke dalam panci.
Kurang dari satu menit, seorang ibu datang dengan membawa buncis dan sawi. “Aku masih punya banyak dari kebun di belakang halaman rumahku.” Kata ibu itu, lalu ibu itu meraciknya dan memasukkannya ke dalam panci.
Sesaat, datang pula seorang bapak dengan tiga ekor kelinci di tangannya. “Aku berhasil memburu tiga ekor kelinci, kalau ada waktu banyak, mungkin aku bisa membawa lebih lagi, soalnya aku baru saja menemukan banyak sekali kawanan kelinci di balik bukit itu.” Dengan bantuan beberapa orang, tiga kelinci itu pun disembelih dan diolah kemudian dimasukkan ke dalam panci.
Merasa telah melihat beberapa orang berhasil menyumbang sesuatu. Penduduk-penduduk yang lain tidak mau kalah, mereka pun mulai mencari-cari sesuatu yang dapat dimasukkan ke dalam panci sebagai pelengkap sup batu.
Kurang dari satu jam, beberapa penduduk mulai membawa kol, buncis, jagung, dan bermacam-macam sayuran lain. Tak hanya itu, anak-anak juga membawa bermacam-macam buah dari hutan. Mereka berpikir akan enak sekali jika buah-buah itu bisa dijadikan pencuci mulut sesudah sup disantap. Ada pula seorang bapak yang membawa susu dari kambing piaraannya, dan ada pula yang membawa madu dari lebah liar yang bersarang di beberapa pohon di desa itu.
Beberapa jam kemudian sup batu itu telah matang. Panci yang sangat besar itu sekarang telah penuh dengan berbagai sayuran dan siap disantap. Dengan suka cita, penduduk itu makan bersama dengan lahapnya. Mereka sudah sangat kenyang, hingga mereka lupa ‘memakan’ batu yang terletak di dasar panci.
Tiga orang bijaksana itu hanya tersenyum melihat tingkah para penduduk itu. Dan mereka pun sadar, sekarang waktunya mereka untuk meneruskan perjalanan. Mereka mohon diri untuk meninggalkan desa itu.
Sebelum beranjak pergi, seorang bapak sekonyong-konyong memeluk dan menciumi ketiga orang itu sambil berkata, “Terima kasih telah mengajari kami untuk membuat sup dari batu....”

masalah ( kelaparan ) yang di hadapi penduduk di atas kita ibratkan adalah sebuah tujuan dari seorang manusia. kalau dalam mencapai sebuah tujuan manusia hanya diam dan hanya cuma menunggu bantuan saja tujuan yang kita impikan tidak akan kita dapatkan.dan bagaimana sebuah tujuan yang kita bikin bisa terealisasi...3 orang bijak sudah memberikan contohnya yaitu dengan bergerak dan bertindak dengan memanfaatkan potensi yang ada dlm diri kita dan di sekitar kita tujuan akan tercapai.
( sumber : http://www.nomor1.com/wyjj9316 )

Senin, 18 Juni 2012

Dua Buah Ember


dua buah ember di tepi sebuah sungai. Tak dapat dipastikan sudah berapa banyak air yang telah mengisi kedua ember itu. Namun selalu saja kedua ember tersebut pada akhirnya harus menjadi kosong, dan akan dibawa lagi ke tepi sungai ini untuk diisi air.
“Engkau nampak murung kurang bergembira hari ini. Apa gerangan yang telah menggerogoti bathinmu?” Tanya satu di antaranya kepada ember yang lain yang berada di sampingnya.
“Oh nasib...nasib!! Sungguh suatu pekerjaan yang sia-sia tanpa arti. Setiap hari saya selalu mengulangi pekerjaan yang sama, yakni datang ke sungai ini untuk diisi dengan air hingga penuh. Namun setelah itu saya akan menjadi kosong lagi dan harus datang lagi ke tempat ini. Sungguh membosankan!!” Keluh ember yang ditanya.
“Oh...begitu!!” Sahut ember yang pertama. “Tapi aku tak pernah berpikir demikian. Sebaliknya, setiap kali setelah tiba di tepi sungai ini, saya akan selalu dengan penuh gembira berkata; Dalam kehampaan aku datang, namun dalam kelimpahan aku meninggalkan tempat ini. Sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa.¡¨
Kita mungkin perlu mengubah sudut pandangan, setiap hari kita melakukan pekerjaan yang sama,pastilah bosan dan jenuh menghampiri kita.dan pekerjaaan yang kita lakukan tak akan maksimal bahkan ogah2an.dan kita sudah menilai hasil yang kita dptkan pasti tidak akan memuaskan.buatlah diri anda selalu bahagia dan selalu rasa senang dalam melakukan pekerjaan kita adalah salah satu kunci untuk nenghilangkan rasa  bosan dan jenuh.ingat tidak ada yg sia-sia dengan apa yg kita lakukan karena semua saling berhubungan.

Jumat, 15 Juni 2012

Persahabatan Semut hitam & merah

Musim kemarau hampir berakhir. Setiap hari warga semut hitam semakin sibuk mengumpulkan makanan untuk persediaan di musim penghujan nanti.
Demikian halnya di pagi yang cerah ini. Mereka keluar rumah hendak mencari makan. Wajah - wajah mereka tampak bersemangat. Simi dan Simo tak mau ketinggalan. Sejak matahari belum terbit, mereka berdua telah siap untuk bekerja. Warga semut hitam berpencar ke segala arah. Ada yang berpencar ke arah barat, timur, selatan maupun utara. Meskipun berpencar, tetapi jika ada salah satu diantara mereka menemukan tempat yang banyak makanannya, maka teman - teman yang lain segera diberi tahu. Setelah berkumpul, mereka pun mengangkat makanan itu sedikit demi sedikit secara beriringan. Pagi ini Simi dan Simo bersepakat mencari makan bersama - sama. Mereka bersepakat untuk mencari makan ke arah barat. Sambil bernyayi - nyanyi, keduanya berjalan dengan tegap. Langkah kaki mereka mantap seperti prajurit yang akan bertempur di medan laga. Sesekali mereka berhenti menyanyi untuk menyapa makhluk lain yang mereka jumpai di jalanan. Belum lagi sampai di tujuan, mendadak langkah mereka terhenti. Sayup - sayup Simi dan Simo mendengar rintihan seekor semut yang mengaduh kesakitan. Arah suara itu datang dari parit. "Jalan disini agak terjal, tentu semut yang malang ini terpeleset dan jatuh ke dalam parit," duga Simi dalam hati. Mereka berdua mendekat ke arah datangnya suara itu. Begitu sampai, mata Simi terbelalak sebab dugaannya benar. Ia menjumpai seekor semut merah yang tak berdaya tergeletak di dalam parit. Kaki, tangan dan kepalanya luka parah karena terbentur batu. Sungguh kasihan semut merah itu. Simi terharu melihatnya. Namun Simo tak demikian. Ia diam saja, bahkan wajahnya justru dipalingkan ke arah lain. "Simo jangan diam saja, ayo kita tolong," ajak Simi. "Tidak mau, aku tak sudi menolongnya," jawab Simo tegas. "Mengapa?" tanya Simi keheranan. "Dia kan bukan warga kita. Kamu ingat kan Simi? Sudah berkali - kali warga semut hitam yang memasuki wilayah semut merah diusir dan dimusuhi. Untuk apa kita susah - susah menolongnya," jawab Simo dengan wajah kesal. "Kalau kamu mau menolong, silahkan! Aku akan melanjutkan perjalanan ini," kata Simo sambil melangkah pergi. "Hai tunggu dulu!," pinta Simi. Simo terus saja pergi. Dia tak mau lagi mendengarkan kelanjutkan kata - kata Simi. Tekatnya sudah bulat untuk tidak menolong semut merah yang dianggapnya sebagai musuh. "Biar bagaimanapun juga semut ini harus kutolong. Meskipun ia bukan berasal dari semut hitam, tetapi dia juga seperti aku. Sama - sama makhluk ciptaan Tuhan. Aku harus membawanya ke rumah dan merawatnya. Jika tidak segera kutolong aku khawatir keadannya akan semakin memburuk," kata Simi dalam hati. Akhirnya semut merah yang luka parah itu digendong Simi dan dibawa ke rumah. Selama di perjalanan, walaupun berkata pelan - pelan dan terputus - putus, semut merah itu masih sempat memperkenalkan diri. Dia bernama Simer semut dan rumahnya di desa Mutbang. Selain itu diceritakannya juga mengenai kejadian yang baru saja menimpanya. Sudah enam hari Simer dirawat di rumah Simi semut. Setelah luka - lukanya sembuh, Simer minta diri untuk pulang ke rumahnya. Simi semut mengizinkan. Namun Simi tak sampai hati jika Simer pulang sendirian. Oleh karena itu, Simi pun mengantar Simer sampai di perbatasan. Sebelum berpisah, Simer berkali - kali mengucapkan terima kasih atas kebaikan Simi yang dengan rela mau berkorban untuk dirinya. Ketika memasuki wilayah warga semut merah, Simer melihat perkelahian yang tidak seimbang. "Hai hentikan!" kata Simer. Ternyata Simer menjumpai Simo yang sedang dikeroyok oleh empat ekor semut merah, teman - teman Simer. "Sabarlah dulu teman - teman," kata Simer pada keempat teman - temannya. "Mengapa bisa jadi begini?" katanya lagi. "Simer, kau lihat sendiri kan? berani - beraninya semut hitam ini menginjakkan kakinya di wilayah kita. Kalau tidak dihajar begini dia pasti akan masuk ke wilayah kita lagi. Selain itu, kalau kita berada di wilayahnya tentu kita akan dimusuhi," jawab salah satu semut membela diri. "Sudah.. Sudah," kata Simer. "Sebenarnya hal semacam ini tidak perlu lagi kita permasalahkan. Bukankah kita masih saudara? Sama - sama bangsa semut. Untuk apa kita terus - menerus bermusuhan? Tidakkah lebih baik kita bersahabat dan saling menolong? Oleh karena itu, ayo kita galang kerukunan diantara warga semut merah dan semut hitam," ajak Simer. "Tidak bisa!" kata salah satu semut merah. "Tunggu dulu," kata Simer dengan sabar. "Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan dan pertolongan makhluk lain. Jadi, mau tidak mau kita wajib membina persahabatan dan menghindari adanya permusuhan," kata Simer tegas. "Aku akan bercerita. Beberapa hari yang lalu, aku terperosok di parit. Kaki, tangan dan kepalaku luka parah, sehingga aku tidak dapat bangun. Nah, kebetulan ada dua ekor semut hitam yang lewat disitu, yaitu Simi semut dan Simo semut. Aku ditolong dan dirawat di rumah Simi sampai luka - lukaku sembuh," cerita Simer kepada teman - temannya. "Nah, apakah kita harus saling bermusuhan lagi?" tanya Simer kepada mereka. "Tidak ada gunanya kita saling bermusuhan bukan?" tanyanya lagi. Akhirnya mereka sepakat untuk tidak bermusuhan lagi. Mereka saling memaafkan kesalahan masing - masing. Demikian juga dengan Simo semut. Ia juga minta maaf kepada Simer atas kekasarannya beberapa hari yang lalu. Selanjutnya warga semut hitam dan semut merah hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

Kamis, 14 Juni 2012

Apa Kelebihan Kamu ...??



Dalam sebuah kapal ada 4 ekor hewan yang menemani seorang nahkoda. Hewan itu ialah ayam, gajah, harimau dan tikus. Suatu hari keempat hewan itu berkumpul dan menceritakan kehebatan masing-masing.
Kata Ayam : "Aku selalu memberi telur kepada nahkoda kita. Berkat aku, dia dapat makan enak dan bergizi."
Gajahpun tak mau kalah "Aku kuat, aku selalu membantu nahkoda kita untuk mengangkat barang-barang berat."
Harimau menimbrung "Kalau aku terkenal sakti dan selalu dapat memenangkan setiap pertempuran, aku selalu melindungi nahkoda kita dari serangan bajak laut dan orang-orang jahat".
Hanya tikus yang terdiam. Ketiga hewan lainnya memandang dia katanya : "Tikus apa fungsimu di sini, hanya engkau yang tak mempunyai fungsi di sini.hahahaha". Mereka mengejek tikus itu.
Suatu hari kapal itu terantuk pada tonjolan karang dan bocor. Keempat hewan itu dan nahkodanya panik. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan karena lokasi kebocoran berada di tempat tersembunyi sehingga tidk bisa ditemukan. Tikus berpikir sejenak kemudian berkata : "Teman-teman mungkin inilah saatnya aku dapat berguna bagi kalian." Lalu tikus itu mulai bergerak. Dengan tubuh mungil dan lonjong itu dia begitu mudah masuk ke sela-sela kayu untuk menemukan sumber kebocoran itu. Akhirnya kapal itu dapat diselamatkan.
Nahkoda itu berkata : "Untung ada kamu tikus, kalau tidak kita bisa celaka". Ketiga temannya pun tertunduk malu karena mereka telah mengejek tikus itu.

Demikianlah TUHAN memberikan kepada kita semua talenta masing masing. Tidak ada orang bodoh yang ada hanya orang yang tidak sadar akan bakat yang diberikan TUHAN kepada kita. Janganlah mengejek dan saling merendahkan tetapi hendaklah saling melengkapi untuk hidup yang lebih baik.

Rabu, 13 Juni 2012

Kisah 4 Lilin



Ada 4 lilin yang sedang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin yang pertama berkata: “Aku adalah Damai."
"Namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin pertama padam.
Lilin yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara: ”Aku adalah Cinta.”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci. Bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala. Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
"Jangan takut. Janganlah menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya."
”Akulah HARAPAN.“
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Jangan sampai kita kehilangan HARAPAN.
Old Post ►
 

Copyright 2012 Motivasi dan Inspirasi: inspirasi Template by Bamz | Publish on Bamz Templates