Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 November 2012

Tips Sukses Menghadapi Kegagalan

1. Bersikap Dan Berpikir Positip Terhadap Kegagalan
Ingat ! kegagalan bukanlah sesuatu yang harus di takuti. Tanpa ada sikap positip,anda akan semakin stress setelah mengalami kegagalan. Anda seakan kehilangan energi untuk bangkit lagi karena selalu di bayang-bayangi takut gagal. Dengan bersikap positip, anda mampu memandang suatu kegagalan sebagai peristiwa hidup yang harus dialami/proses kehidupan. Dengan demikian, mental anda akan semakin kuat. Percayalah pasti ada hikmah dari setiap kegagalan.
2. Mencari penyebab Kegagalan
Renungkan diri sendiri, apa yang menjadi penyebab Anda gagal? Secara umum, ada dua faktor utama penyebab kegagalan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Ada kalanya Anda kurang memiliki semangat dan motivasi dalam mengerjakan sesuatu atau mungkin Anda tidak disiplin dan ceroboh dalam bekerja. Jika Anda menyadari penyebab internal ini, maka harus Anda sendiri yang merubahnya. Ingat! sukses atau tidaknya Anda dimulai dari dalam diri sendiri, jika Anda bisa memotivasi diri sendiri, selanjutnya Anda akan lebih ringan melangkah. Sedangkan faktor Eksternal merupakan faktor penyebab di luar diri sendiri. Misalnya kurangnya dukungan dari orang terdekat, pesaing yang terlalu banyak dan ketat, atau kurangnya fasilitas, dll.
3. Atasi Kegagalan
Setelah mengetahui penyebab kegagalan, Anda harus segera mencoba mengatasinya. Tidak perlu harus mengatasi semua penyebab kegagalan sekaligus, ada baiknya dilakukan secara bertahap tetapi pasti. Prioritaskan penyebab utama, kemudian penyebab lainnya. Karena itu, buat catatan tentang hal-hal yang sering membuat Anda gagal, apakah faktor internal atau eksternal (buat skala prioritas). Jangan mencari kambing hitam dalam mencari penyebab kegagalan Anda.
4. Gali kekuatan Diri
Selain mencari penyebab kegagalan, catatlah apa saja kekuatan dan potensi diri Anda, baik yang tersembunyi maupun yang nampak. Coba gunakan kekuatan dan potensi Anda secara maksimal. Galilah potensi-potensi tersembunyi Anda yang masih bisa dikembangkan. Jika Anda bisa mengembangkan potensi Anda dengan baik, maka sukses takkan jauh – jauh dari Anda.
5. Tangkap Peluang
Jangan hanya diam merenungi nasib. Anda harus jeli menangkap peluang atau kesempatan. Ingat, Anda tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu jika Anda sendiri tidak pernah berusaha mencarinya. Begitu Anda tahu ada peluang, tangkaplah peluang tersebut, jangan tunggu sampai besok.
6. Trial and Error
Untuk meraih kesuksesan Anda perlu melakukan trial and error. hal ini merupakan salah satu tolak ukur untuk menggapai kesuksesan. Tinggal sejauh mana kita mau dan berani mencoba kembali kegagalan itu. Sebelum mencoba lagi, pikirkan masak-masak langkah yang akan ditempuh. Kalaupun terjadi kesalahan kembali, jangan ragu-ragu melakukan perbaikan dan terus mencoba sampai Anda berhasil mengatasinya. Kunci utama trial and error adalah kerja keras dan tetap semangat.
Gagal Demi Sebuah Kesuksesan Sejati
Dengan demikian berarti Anda sudah berdamai dengan kegagalan. Selanjutnya, kegagalan bukan lagi momok yang menakutkan, melainkan sesuatu yang harus dihadapi dan dilawan agar kegagalan itu tidak menggerogoti hidup Anda.


Rabu, 24 Oktober 2012

Arti Pengorbanan

Pada suatu ketika, berlayarlah lima orang saudagar dari Indonesia, Amerika, Jepang, Arab, dan Malaysia. Pada awalnya semua berjalan normal dan baik-baik saja. Akan tetapi di tengah perjalanan, terjadi badai besar dan kapal yang mereka tumpangi nyaris tenggelam.
Orang Malaysia pun berkata " Kita mau tenggelam. kita harus membuang beberapa muatan kita " Lalu orang Amerika menyahut, " Saya punya peti yang berisi beberapa jeans. Di negara saya yang seperti itu murah-murah. " Kemudian bergegaslah kelimanya mencarai peti yang dimaksud dan membuangnya ke laut.
Meskipun sedikit lebih baik, tampaknya kapal masih bisa karam. Orang Amerika pun berkata, “Ada yang mau berkorban lagi?” Orang Jepang pun menyahut, “Saya punya peti penuh isinya kimono semua. Di negara saya yang seperti itu murah-murah.” Maka dibuanglah peti yang dimaksud.
Namun amukan badai dan ombak belum juga reda dan terus mengoyak kapal mereka. Orang Jepang pun berkata, “Harus ada yang dibuang lagi.” Si Arab pun segera menjawab, “Saya punya beberapa peti berisi gamis. Di negara saya, yang seperti itu murah-murah.” (apalagi dia jual dengan slogan ‘dijamin tidak luntur’. Namun ketika pelanggan mengadu saat bajunya luntur dengan santai ia jawab, orang arab baca dari kanan ke kiri bukan sebaliknya. Jadi baca slogannya baik-baik! Ngomong-ngomong si saudagar Amerika pernah sial juga saat dagang di Arab. Waktu dia mempromosikan Coca Cola, dia sudah promosi besar-besaran tapi tetap saja rugi. Di media promosinya ada tiga gambar. Pertama, gambar orang loyo dan kehausan di padang pasir. Gambar kedua orang minum Coca Cola. Gambar ketiga orang sehat bugar. Tapi karena dia baca dari kiri ke kanan dan orang arab baca dari kanan ke kiri maka persepsi dan hasil iklannya jadi berbeda. Oke, mari kita kembali ke jalan yang benar. Cerita berikutnya.)
Sayangnya peti berisi gamis tidak terlalu menolong. Si Arab pun berteriak, “Adakah yang mau berkurban lagi?” Lalu orang Indonesia menjawab, “Saya punya beberapa peti berisikan baju-baju batik. Di negara saya yang seperti itu murah-murah.” Mereka pun mencari peti itu dan membuangnya ke laut.
Akan tetapi kapal masih belum bisa seimbang. Meskipun demikian hampir tidak ada lagi barang-barang yang bisa dibuang. Keempat saudagar dari Indonesia, Jepang, Arab dan Amerika pun menoleh ke orang Malaysia.
Si Malaysia pun bingung karena baju batik sudah keburu diklaim sama orang Indonesia. Dia punya apa sekarang? Dia bergumam, “Kenapa nggak bawa reog ponorogo ya kemarin???” Namun dengan tenang dia berkata, “Di negara saya, orang-orang Indon macam dia murah-murah. Bagaimana kalau kita buang saja dirinya?” Telunjuknya mengarah tepat ke dahi orang Indonesia.
(Kalau cerita versi orang yang sentimen sama Indonesia pastilah si saudagar Indonesia ramai-ramai dibuang ke laut. Tapi saya tipe orang yang suka bercerita mengenai keadilan. Yang benar akan menang dan yang jahat akan kalah ^ ^)
Akhirnya orang Indonesia menjawab, “Pencapaian besar hampir selalu terjadi karena pengorbanan. Bukan karena tindakan mementingkan diri sendiri. Apalagi mengorbankan teman sendiri. Jika ada orang yang paling suka mengorbankan temannya dalam team, maka bukankah dia yang paling pantas untuk disingkirkan dari team?” Si saudagar Amerika pun setuju dengan mengangguk-anggukkan kepalanya. Begitu juga saudagar dari Jepang dan Arab. Bagaimana dengan orang Malaysia? Apakah dia setuju?
Si Malaysia pun berkata, “Baiklah saya khilaf. Saya akan mengorbankan diri saya sebagai seorang ksatria. Tetap hiduplah kalian dan jangan sia-siakan pengorbananku ini !!! hiks..hiks..hiks…”
Segera dia menceburkan diri ke laut diiringi kata “Jangaaaaaaaaaaaannnnn..!!!!” dari keempat temannya. Namun si Malaysia sudah terlanjur melompat. Begitulah akhir cerita. Meskipun kalau dilanjutkan ceritanya bisa saja terjadi kejadian-kejadian yang lebih konyol. Tapi kita harus menghentikan ceritanya dikarenakan ini bukan novel dan kita harus segera mengambil beberapa hikmah.
Pertama, mari kita bertanya pada diri sendiri. Sudahkah kita memberikan pelayanan terbaik bagi orang-orang di sekitar kita? Sudahkah kita ikhlas berbagi kepada sesama yang membutuhkan? Apakah kita suka mementingkan diri sendiri atau golongan sendiri? Ataukah kita sudah benar-benar berkontribusi untuk umat, menghitung manfaat & kerugian dari tindakan-tindakan maupun keputusan-keputusan yang kita buat? Apakah kita sudah benar-benar terbebas dari nafsu berkuasa dan bersikap tidak adil, ingin meneguhkan posisi kita meskipun harus mengorbankan teman sendiri? Sudahkah kita berkorban untuk kepentingan yang lebih besar? Tidak lagi cinta dunia dan takut mati ataupun takut hidup menderita. Bukankah berkorban itu pada awalnya membuat diri kita merasa tidak nyaman namun pada akhirnya justru membantu melapangkan dada kita?
Kedua, saya ingin mengulang dua kalimat heroik dari saudagar Indonesia dan Malaysia. “Pencapaian besar hampir selalu terjadi karena pengorbanan. Bukan karena tindakan mementingkan diri sendiri. Apalagi mengorbankan teman sendiri. Jika ada orang yang paling suka mengorbankan temannya dalam team, maka bukankah dia yang paling pantas untuk disingkirkan dari team?”  “Saya akan mengorbankan diri saya sebagai seorang ksatria. Tetap hiduplah kalian dan jangan sia-siakan pengorbananku ini !!!”
( story by nafis mudrika )

Kamis, 06 September 2012

Sandaran Masa Depan


Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”

Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kemb
ali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”

Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”

Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?

Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari. Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.

Jumat, 31 Agustus 2012

Kehidupan Burung

Bila kita mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung.
      Kita lihat burung setiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya ke mana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya,tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya,sementara ia harus " puasa ". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa2 buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus " berpuasa ".Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya " kantor "yang tetap,apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia,namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.
     Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba2 menukik membenturkan kepalanya  ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba2 menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rejeki yang dijanjikan Allah. kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas dan lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan lain waktu kekurangan. Suatu  waktu kekenyangan dan lain waktu kelaparan.
      Sobat tercinta,
      Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi ? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat burung yang berusdaha bunuh diri karena putus asa. rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung.

Kamis, 09 Agustus 2012

falsafah tentang lima jari


1.. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2.. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3.. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.
4.. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
5.. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking?).

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).

Sahabat, Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?

Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh. Sudahkah kasih sayang anda hari ini bertambah? Semoga bermanfaat.

Selasa, 07 Agustus 2012

Manajemen Waktu dan Kualitas Diri

Oleh: Tim dakwatuna.com


Dalam Al-Qur’anul Karim Surat Al-Ashr (103): 1-3, Allah berfirman yang artinya sebagai berikut.
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Hanya individu-individu yang beriman dan kemudian mengamalkannyalah yang tidak termasuk orang yang merugi, serta mereka bermanfaat bagi orang banyak dengan melakukan aktivitas dakwah dalam banyak tingkatan.
al-ashr.gif

Lebih lanjut, dalam Al-Qur’an surat Al-Imran (3) ayat 104, Allah berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”

Dengan demikian, hanya orang-orang yang mengerjakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang munkarlah orang-orang yang memperoleh keuntungan.

Setiap muslim yang memahami ayat di atas, tentu saja berupaya secara optimal mengamalkannya. Dalam kondisi kekinian dimana banyak sekali ragam aktivitas yang harus ditunaikan, ditambah pula berbagai kendala dan tantangan yang harus dihadapi.

Seorang muslim haruslah pandai untuk mengatur segala aktivitasnya agar dapat mengerjakan amal shalih setiap saat, baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, dirinya menginginkan sebagai ahli ibadah, dengan aktivitas qiyamullail, shaum sunnah, bertaqarrub illallah, dan menuntut ilmu-ilmu syar’i. Dalam hubungannya secara horizontal, ia menginginkan bermuamalah dengan masyarakat, mencari maisyah bagi keluarganya, menunaikan tugas dakwah di lingkungan masyarakat, maupun di tempat-tempat lainnya.

Semua itu tentu saja harus diatur secara baik, agar apa yang kita inginkan dapat terlaksana secara optimal, tanpa harus meninggalkan yang lain. Misalnya, ada orang yang lebih memfokuskan amalan-amalan untuk bertaqarrub ilallah, tanpa bermu’amalah dengan masyarakat. Ada juga yang lebih mementingkan kegiatan muamalah dengan masyarakat, tetapi mengesampingkan kegiatan amalan ruhiyahnya.

Dalam hal ini, manajemen waktu untuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada haruslah memiliki landasan-landasan berikut.

1. Pengetahuan kaidah yang rinci tentang optimalisasi waktu

Setiap muslim, hendaknya memahami dan mengetahui kaidah-kaidah yang rinci tentang cara mengoptimalkan waktunya. Hal ini bertujuan untuk kebaikan dan kemaslahatan dirinya dan orang lain. Tokoh-tokoh seperti Imam Ibnul Jauzi, Imam Nawawi, dan Imam Suyuthi adalah orang-orang yang menjadi teladan bagi orang-orang yang bisa mengoptimalkan waktu semasa hidupnya.

2. Memiliki manajemen hidup yang baik

Setiap muslim haruslah pandai mengatur segala urusan hidupnya dengan baik, menghindari kebiasaan yang tak jelas, matang dalam pertimbangan dan mempunyai perencanaan sebelum melakukan pekerjaan. Ia harus berpikir, membuat program, mempersiapkan, mengatur dan melaksanakannya.

3. Memiliki Wudhuhul Fikrah

Seorang muslim haruslah memiliki keluasan atau fleksibilitas dalam berpikir, seperti mampu berpikir benar sebelum bertindak, berpengetahuan luas, mampu memahami substansi pemikiran dan paham. Hal itu penting sebagai dasar pengembangan berpikir ilmiah.

4. Visioner

Seorang muslim juga harus memiliki pandangan jauh ke depan, bisa mengantisipasi berbagai persoalan yag akan terjadi di tahun-tahun mendatang.

5. Melihat secara utuh setiap persoalan

Setiap orang yang dapat mengatur waktunya secara optimal, tidak melihat masalah secara parsial. Karena bisa jadi, persoalan itu memiliki kaitan dengan yang lainnya.

6. Mengetahui Perencanaan dan skala prioritas

Mengetahui urutan ibadah dan prioritas, serta mengklasifikasi berbagai masalah adalah faktor penting dalam mengatur waktu agar menghasilkan kerja yang optimal. Dengan membuat skala prioritas, akan menghindarkan dari ketidakteraturan kegiatan.

7. Tidak Isti’jal dalam mengerjakan sesuatu

Mengerjakan sesuatu dengan tidak tergesa-gesa dan berdasar pada ketenangan jiwa yang stabil merupakan landasan yang penting dalam mewujudkan hidup yang lebih baik.

Sementara, orang yang musta’jil menginginkan agar dalam waktu singkat ia mampu melakukan hal-hal yang terpuji, sekaligus meninggalkan hal-hal yang tidak terpuji. Hal ini jelas tidak sesuai dengan sunah kauniyah, yaitu hukum alam dan kebiasaan.

8. Berupaya seoptimal mungkin

Jika kita menginginkan terwujudnya aktivitas amal shalih, maka secara optimal kita harus mengarahkan diri pada persoalan itu sesuai kemampuan yang ada pada diri kita.

9. Spesialisasi dan pembagian pekerjaan

Setiap muslim haruslah memiliki keahlian tertentu. Ia boleh memiliki pengetahuan luas, tetapi ia juga perlu memfokuskan pada keahlian tertentu.

Landasan-landasan di atas hanya dapat dipenuhi, jika telah memenuhi syarat sebagai berikut.

1. Disiplin dan Pembiasaan sejak dini

Penanaman disiplin akan waktu, mengahargai waktu sejak kecil merupakan hal penting. Dengan demikian, ia akan terbiasa untuk mengatur hidupnya secara mandiri dan optimal untuk merencanakan berbagai macam aktivitas. Disiplin terkait dengan ibadah, tidur, makan, termasuk senda gurau. Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Berilah istirahat hati karena kalau dipaksakan akan membabi buta.”

2. Memiliki kecerdasan dan kejeniusan

Munculnya indikasi kecerdasan pada seseorang merupakan faktor penting untuk bisa mewujudkan hal di atas.

3. Memiliki kondisi fisik dan mental yang positif

Untuk melaksanakan manajemen waktu yang optimal, memang perlu ditunjang dengan adanya keinginan yang kuat, tindakan yang terus menerus, aktif, lapang dada, penuh optimisme, berpengetahuan luas, mampu memadukan berbagai pemikiran dan mampu mengendalikan emosi, seperti sedih, berduka dan susah, di samping memiliki budi pekerti dan akhhlak yang tinggi.

4. Memiliki ketrampilan

Pengetahuan yang luas, tanpa diiringi dengan ketrampilan hanya akan menjadi aksi yang tidak kongkret. Banyak orang yang pandai berbicara, tetapi hanya sedikit orang yang bisa bekerja dan menekuni bidang pekerjaannya.

Sumber : http://www.dakwatuna.com/

RENUNGAN HATI

Sahabatku...

Hidup mengajarkan kita untuk bersyukur dipagi hari...
Bekerja keras disiang hari...
Beristirahat dan mengambil hikmah di sore hari dan malam hari...

Sahabatku,

Allah tahu perjuanganmu selama ini...
Allah tahu betapa penat dan lelah dirimu serta berkurangnya jatah santaimu selama ini...

Namun sahabatku...

Ikhlas dan ridholah dalam menjalani semuanya.
Karena hanya Dialah yang MAHA mengetahui apa yg kita butuhkan...
Dan sebaik-baiknya balasan...
Bersabarlah meniti hari-harimu dengan tetap semangat dan ikhlas

Sahabatku...

Kala wajahmu penat memikirkan dunia...BERWUDLU-lah...
Kala tangan letih menggapai cita...BERTAKBIRLAH...
Kala pundakmu terasa berat memikul amanah...BERSUJUDLAH...

Adukan kepada_Nya...
Ikhlaskan hati dan serahkan segala kisah hidup kepada_Nya...

Agar TUNDUK saat yang lain angkuh..
agar TEGUH saat yang lain runtuh,,,
Agar TEGAR SAAT YANG LAIN TERLEMPAR..

Ingatlah bahwa Allah akan tetap bersama kita sepanjang hati kita senantiasa terpaut kepada_Nya....

Selasa, 31 Juli 2012

Pelajaran Kehidupan dari Pekerja Tambang

Ada beberapa penggali tambang. Setiap hari mereka bekerja dalam tambang. Karena tambang itu kaya mineral alam, maka sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Hari itu mereka berada di dasar terdalam dari tambang itu.

Secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hirup pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang. Situasi bertambah buruk disebabkan oleh udara yang semakin panas karena ketiadaan AC.

Setelah capai bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara: “Sebaiknya kita duduk tenang dari pada secara hiruk-pikik mencari jalan ke luar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini.”

Mereka lalu duduk dalam hening. Saat pertama mereka tak dapat merasakan hembusan angin. Namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi yang masuk melalui pintu tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam gelap gulita itu.

Bila bathin anda sedang gundah dan kacau, anda tak akan pernah melihat jalan keluar yang tepat.

Anda butuh untuk pertama-tama menenangkan diri. Hanya dalam keheningan anda bisa melihat pokok masalah secara tepat, serta secara tepat pula membuat keputusan.

Sabtu, 09 Juni 2012

Lompatan Belalang



Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia keheranan kenapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dariusiaataupun bentuk tubuh?”
Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang selama ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Pesan moral:
Kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman, atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita.
Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih untuk mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tidakkah anda pernah mempertanyakan kepada hati nurani bahwa anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau anda mau menyingkirkan “kotak” itu?
Tidakkah anda ingin membebaskan diri agar anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini anda anggap diluar batas kemampuan anda?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami.
Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tetapi bila anda sudah sampai kepuncak, semua pengorbanan itu pasti terbayar.
Kehidupan anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan anda. Bukan cara hidup yang seperti mereka pilihkan untuk anda…

Jumat, 08 Juni 2012

The Award (For Best Career Advice) Goes To...


Diakui atau tidak, banyak sekali hal-hal dalam hidup kita yang dipengaruhi oleh apa yang kita tonton, mulai dari pakaian, gaya bicara, tujuan bepergian, dan tak ketinggalan... karier.
Anda pasti terheran-heran, bagaimana film Hollywood bisa memengaruhi karier seseorang. Coba lihat lebih dalam ke setiap film yang Anda tonton, pasti setidaknya ada hal-hal kecil yang bisa diaplikasikan untuk perkembangan karier Anda. Nah, bertepatan dengan pengumuman anugerah Academy Awards ke-84 akhir Februari lalu, Cosmo akan berbagi tip karier yang bisa Anda pelajari dari sebagian film yang dinominasikan sebagai Best Picture tahun ini. Yeap, tonton filmnya dan buatlah karier Anda lebih meaningful. Anda pun bebas memilih pelajaran dari film mana yang menurut Anda paling berguna, ladies. And the award for the best career advice goes to...
There’s Always A Second Act
The Artist
Sinopsis: Peraih Oscar ini mengisahkan seorang aktor film bisu, George Valentin, yang enggan ikut arus membintangi film Hollywood yang mulai menggunakan dialog, sehingga kariernya mengalami kemunduran.
Pelajaran yang bisa diambil: Selalu ada peluang kedua. Jika Anda tak menemukan kepuasan di posisi saat ini, maksimalkan skill yang sebenarnya Anda miliki, dan temukan pekerjaan lain yang mungkin jauh lebih sesuai dengan Anda. Memang sih, artinya sama saja dengan memulai lagi dari nol, but it’ll be worth it. Dalam film tersebut George Valentin membutuhkan keyakinan yang besar dari dalam diri dan rela mengesampingkan ego untuk mengakui bahwa masa keemasannya sudah lewat. Namun, ia lantas menyadari bahwa dirinya memiliki sebuah skill lain yang selama ini ia pendam. Skill itulah yang kelak memberinya jalan keluar di saat ia merasa tak ada harapan untuk berkembang.
Let Your Imagination Run Free
Midnight in Paris
Sinopsis: Dalam perjalanan liburannya ke Paris, Gil Pender, seorang penulis naskah film asal Amerika, terhanyut dalam imajinasi suasana kota tersebut di tahun 1920-an. Gil pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berdiskusi dengan penulis-penulis idolanya dari masa lalu.
Pelajaran yang bisa diambil: Jika merasa stuck di profesi yang tidak memuaskan hasrat kreativitas Anda , biarkanlah imajinasi Anda berkembang. Salurkan passion Anda di tempat lain, tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang. Cari inspirasi dari tokoh-tokoh yang Anda kagumi.
Take A Risk
The Help
Sinopsis: Skeeter, jurnalis muda di Mississippi diam-diam menulis buku mengenai diskriminasi yang dialami para pekerja kulit hitam yang diperlakukan bak budak oleh para majikan kulit putih, yang tak lain adalah sahabat-sahabatnya sendiri.
Pelajaran yang bisa diambil: Keberanian mengambil risiko sering membuahkan hasil yang manis, seperti ide baru di kantor atau memutuskan untuk berhenti bekerja dan melakukan wirausaha. Lihat Skeeter, meski berisiko dikucilkan, namun demi sesuatu yang ia anggap benar, ia tak takut untuk jujur pada hatinya.
Play Your Role Well
Extremely Lod & Incredibly Close
Sinopsis: Oskar menjelajahi seantero New York untuk memecahkan teka-teki kunci misterius yang ditinggalkan sang ayah yang tewas dalam tragedi 11 September. Berbulan-bulan Oskar menemui puluhan bahkan ratusan orang untuk mencari tahu perihal kunci tersebut. Di lain pihak,  Oskar kurang begitu dekat dengan ibunya, bahkan membencinya. Padahal, tanpa sepengetahuan Oskar, sang ibu selalu memantaunya.
Pelajaran yang bisa diambil: Dipandang remeh oleh rekan kerja atau supervisor? Jangan biarkan hal itu menjatuhkan Anda. Fokus dan tetap lakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Nanti lambat laun pasti mereka akan melihat dedikasi dan kemampuan Anda yang sebenarnya. Seperti sosok ibu dalam film Extremely Loud & Incredible Close, meskipun dibenci oleh anaknya, namun ia tetap tulus menjalankan perannya sebagai ibu.
Be Outstanding
Moneyball
Sinopsis: Manajer tim bisbol oakland Athletics, Billy Beane, dikenal kontroversial karena memilih pemain untuk timnya dengan penilaian melalui angka-angka statistik, ketimbang cara konvensional seperti penelusuran bakat para pemain.
Pelajaran yang bisa diambil: Jangan selalu mencari posisi aman dengan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan semua orang. Bahkan jika nanti hasilnya tidak sesukses yang dibayangkan, si bos pasti akan mengagumi inisiatif Anda. Tapi jangan lupa untuk mencari momen yang tepat, jangan sampai Anda dianggap kurang waras oleh rekan kerja karena ide gila itu
( sumber :  Cosmopolitan Edisi April 2012 )

Selasa, 05 Juni 2012

Optimalisasi Kesabaran


Sebagai umat Islam, kita harus senantiasa menjaga dan meningkatkan keimanan. Salah satunya adalah dengan memelihara dan mengoptimalkan kesabaran. Dalam Alquran, Allah menegaskan, kesabaran akan senantiasa menolong dan menjadi solusi atas berbagai persoalan. Bahkan, Allah akan senantiasa bersama orang-orang yang sabar. (QS al-Anfal [8]: 66).

Ayat di atas mengindikasikan bagaimana kesabaran harus dimaknai sebagai sebuah proses aktif menanggulangi permasalahan yang menimpa. Dalam perspektif Islam, musibah diinisiasi oleh dua hal.

Pertama, musibah muncul akibat kesalahan manusia pada Allah. Musibah seperti ini dimaknai sebagai teguran Allah. Kedua, musibah lahir karena kita tengah menghadapi ujian. Tujuannya, untuk menaikkan derajat keimanan. Kesabaran yang ditopang oleh semangat keimanan, niscaya akan mampu meminimalkan tindakan destruktif. 

Hazrat Inayat Khan mengatakan, kenikmatan dan kenyamanan hidup dapat menghalangi munculnya inspirasi dan ilham. Sebaliknya, rintangan dan cobaan (musibah) justru dapat membantu setiap orang memunculkan solusi.

Pun begitu dengan cobaan yang kita hadapi saat ini. Baik itu soal kemiskinan, merebaknya kasus korupsi, hingga bencana kemanusiaan. Ketika semua itu menimpa kita, penting dihadapi dengan kesabaran. Makna kesabaran, tidak hanya pasrah sumerah pada keadaan atau menerima kondisi apa adanya, tetapi dengan kesabaran itu kita berupaya menghidupkan semangat untuk keluar dari keadaan yang sedang menghimpit.

Dalam surah al-Anfal [8] ayat 66, Allah SWT menginformasikan bahwa di dalam kesabaran terkandung kekuatan transformatif bila kita lapang dada menyikapi kehidupan yang terjadi.

Bagi orang-orang yang sabar, ketika bencana kekeringan dan gempa menimpa, misalnya, dia tidak larut dalam kesedihan berkepanjangan tanpa melakukan usaha keluar dari musibah tersebut. Ketika kekurangan harta menjadi persoalan signifikan bagi pendidikan anaknya, hal itu tidak lantas mematikan semangat dirinya untuk terus berusaha.
Kekuatan usaha inilah yang menjadi sumber dasar dari Islam. Term usaha lebih dekat dengan konsep “amaliyah” dalam Islam, yang menyatukan antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang tecermin dalam perbuatan.

Bagi seorang Muslim sejati, musibah dipahami sebagai ujian yang wajib dilalui untuk mengokohkan keimanan pada-Nya. Kerangka paradigmatik ubûdiyah digunakan untuk melewati cobaan Ilahi. (QS al-Ankabut [29]: 2).

Tonggak awal perubahan hidup diawali dari seberapa piawai kita keluar dari impitan masalah, sehingga menerpanya menjadi individu taat, takwa, sabar, dan tawakkal. Dengan hal inilah umat akan lebih bijaksana menyikapi aneka musibah yang seolah tak pernah berhenti menguji keimanan.

Merintih, meratap, dan terus larut dalam kekesalan tanpa berusaha bukanlah hakikat kesabaran. Al-shabru, ialah sebuah kerangka ketabahan jiwa yang menyertakan optimalisasi perbuatan aktif, sehingga terjadi perubahan hidupnya. Wallahu a’lam.
Republika.co.id )

Senin, 04 Juni 2012

yakin dan percaya pada diri sendiri



percayalah dan yakinlah pada diri sendiri
Jangan takut dengan keadaan
Ada saatnya menangis ada saatnya tertawa
Semua pilihan di tangan kita

Hidup memanglah sulit dan jangan dibuat sulit
Semakin sulit semakin terlilit
Jangan berhenti berpikir jangan berhenti bermimpi
Jangan berhenti bertindak…berjuanglah!

Percayalah pada dirimu sendiri
Jadilah sang optimis yang berani
Yakinlah pada dirimu sendiri
Dan jadilah selalu yang terbaik

Percayalah dan yakinlah terhadap diri sendiri
Untuk apa takut keadaan
Dunia terus berubah kita pun harus berubah
Ikut berubah dan jangan menyerah

Jangan mengharap yang instant dan abracadabra
Keberhasilan tak terwujud satu malam
Apapun yang kita percayai bisa kita raih
Kuncinya hanyalah percaya diri

Jumat, 02 Maret 2012

Bertingkahlah Dengan Baik

Sobat untuk mempunyai tingkah laku yang baik itu sangat sulit. Kita harus mengerti dulu apa yang dimaksud dengan baik itu sendiri. Berikut ini beberapa pedoman dasar bertingkah laku dengan baik dan mempertahankan sikap positip pada diri kita.

Jangan Marah
        Banyak orang terpaksa bertingkah marah ketika mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkan.Beberapa orang melakukan ini tanpa menyadarinya. Berteriak-teriak tentang ketidakadilan situasi ini tidak akan mengubah segala sesuatunya. Sebaliknya tindakan seperti ini akan membangkitkan lebih banyak emosi negatif dan memperbesar api kemarahan.
        Orang-orang yang kita hadapi mungkin tidak akan menyerah karena kita hanya  terus merengek. Kita harus belajar mengenali tanda-tanda ketika kita meredakan kemarahan dan memaksa diri kita melangkah ke depan dan mengambil pandangan yang rasional terhadap masalah yang kita hadapi. Karena segala sesuatunya pasti ada jalan keluar

Jangan Menyimpan Dendam
       Hampir setiap orang bisa memikirkan setidaknya satu orang yang kita sumpahi untuk tidak akan mau lagi bicara dengannya selama kita hidup. Kita mungkin bisa menilai orang2 di sekitar kita yang termasuk kategori ini atau bahkan diri kita sendiri. Menyimpan dendam terhadap seseorang bisa terjadi secara spontan atau bisa jadi telah di rencanakan dengan baik karena adanya pertentangan atau selisih pendapat.
       Namun demikian,kita harus bisa melepaskan dendam untuk mempertahankan suatu sikap positif. Mempertahankan perasaan2 negatif terlalu lama untuk jangka waktu yang lama akan menodai ladang mental kita dan memberi suplai negatifitas secara otomatis kapan saja kita di ingatkan tentang orang yang kita musuhi.
      Dengan menyimpan dendam,kita membuang energi yang sebaliknya bisa kita gunakan untuk memperkaya kehidupan kita sendiri. Melepaskan dendam membuat kita menjadi orang yang lebih baik.

Jangan Menyimpan Amarah
      Menjadi marah itu bisa diterima,dan bahkan menguntungkan di beberapa kesempatan. Kemarahan bisa menjadi kekuatan motivasi yang kuat bagi kita. Namun demikian,menjadi marah jauh berbeda dari menyimpan suatu amarah. Menyimpan amarah sangat kontra produktif,kita hanya akan terus berada di saat ini dan tidak ada hal yang bisa mengubah amarah tadi kecuali hanya membuat diri menjadi marah. Sebaiknya ambil kemarahan itu dan kita salurkan energinya pada saat itu juga. Tetapi apapun yang kita lakukan, jangan biarkan kemarahan terus mengakar pada diri kita.

Jangan Bertindak Superior
       Mempercayai diri kita lebih baik daripada mempercayai orang lain adalah suatu sikap yang merusak,bahkan ketika itu benar. Sedikit kerendahan hati harus menyertai kita. ketika orang lain merasa nyaman dengan kita,kitapun akan mendapatkan kepercayaan diri dan sikap yang meningkat. Merendahkan orang lain untuk membuat diri kita merasa lebih baik adalah suatu dalil  yang bahaya. Jadilah orang terbaik yang kita bisa. Kita semua hanyalah manusia pada akhirnya,yang merupakan mahluk sosial yang membutuhkan orang lain.

Kerjakan Sampai Berhasil
       Aturan emas ini masih merupakan aturan terbaik untuk diikuti. Perlakukan orang lain dengan cara seperti anda ingin diperlakuan. Ketika kita mengembangkan rasa hormat dan kebaikan pada orang lain,hal ini akan selalu kembali pada diri kita dalam bentuk sama atau bentuk lain. Bahkan pada waktu kita tidak mengharapkan.
      Kata2 amarah dan tindakan2 yang menyakitan bisa dimaafkan dan dilupakan,tapi tindakan-tindakan yang baik akan bertahan sepanjang hidup. Walaupun orang yang kita perlakukan dengan hormat tidak memberikan imbal balik terhadap kita,yang terpenting kita sudah bertingkah laku yang bermartabat dan tidak ada yang menjadikan kita malu.

Nah sobat itu sedikit yang bisa kita lakukan untuk bisa menjadi baik bagi kita,keluarga,teman ataupun orang-orang di sekitar kita semoga bermanfaat.

Kamis, 01 Maret 2012

Checklist Untuk Proses Berfikir Positif

         Ketika anda memulai suatu proyek atau sedang berusaha meningkatkan kualitas diri,ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuka arus kekuatan positif anda.

1. Singkirkan pikiran-pikiran negatif dari pikiran anda.

2. Bulatkan keputusan untuk meraih tujuan anda.

3. Buatlah seperangkat pikiran positif yang mengelilingi 
    tujuan anda.

4. Kembangkan rencana selangkah demi selangkah untuk 
    meraih tujuan anda.

5. Simpanlah sebuah jurnal berisi pikiran-pikiran dan 
    kemajuan anda.

6. Berlatihlah keluar dari jalan anda sendiri.

7. Bersikaplah fleksibel dan siap bangkit lagi dari 
    keterpurukan.

8. Visualisasikan diri anda untuk meraih tujuan anda.

9. Pertahankan sikap positif terhadap tujuan anda.

10. Jangan biarkan opini orang lain menghalangi anda dari  
      jalan anda.

11. Selalu lakukan latihan-latihan peningkatan kepercayaan 
     diri untuk menjaga tujuan anda tetap segar.

12. Jadilah diri anda sendiri,bertingkah laku baik dan selalu 
      bahagia.

13. Kenali saat anda meraih  tujuan anda dan nikmati 
      kesuksesan anda.

14. Refleksikan jalan yang telah membawa anda pada 
      tujuan anda.

15. Catat reaksi-reaksi dan umpan balik anda untuk 
      referensi di masa mendatang

Jumat, 24 Februari 2012

Kuda Cerdas


       Diceritakan di sebuah kerajaan,hidup seorang raja yang hobinya berkuda dan dia bangga dengan kuda-kudanya, sesekali raja menungganginya keliling istana. Suatu hari raja singgah di kandang kuda,dan raja melihat Bejo si penjaga kandang sedang menyuapi si hitam kuda kesayangannya. Di dekat rumput ada ember kecil, entah berisi cairan apa. " wow,rupanya si hitam kuda yang manja,makan saja minta di suapi" komentar raja. Segera sang raja membungkuk mengambil segenggam rumput dan mencoba menyuapi si hitam.
     Olala si hitam melengos gak mau disuapi sang raja. raja tersinggung, kurang ajar si hitam menghinaku. bayangkan seorang kuda menolakku. Rajapun kembali ke istana dan menceritakan pada permaisurinya,dan permaisuri berkata mungkin si hitam sudah kenyang. Coba berikan rumput pada saat pagi hari. Karena merasa penasaran sang rajapun pagi harinya pergi diam2 ke kandang kuda dan mengambil segenggam rumput dan ternyata sampai berulang-ulang kali si hitam tetap aja melengos. Raja akhirnya menyuruh pak khosim  pengawal pribadi sekaligus tukang cukur kerajaan untuk mengamati cara bejo ngasih makan sama si hitam.
     Besoknya pak khosim langsung bertindak, dengan mengadakan cukur gratis bagi para penghuni kerajaan di dekat kandang kuda dengan niat sambil melakukan pengamatan. Setelah mencukur selesai pak khosim melihat bejo lagi nyuapi si hitam,diapun menghampirinya. "Kuda yang istimewa, makannya disuapi penjaga yang istimewa juga" kata pak khosim. Kudanya memang istimewa tapi penjaganya biasa saja,kata bejo merendah. Pak khosim tersenyum,jangan merendah, akan kubuktikan kalau kau istimewa. Diambilnya rumput dan disuapinya si hitam,namun si hitam melengos,tuh lihat sendiri ia hanya mau disuapi olehmu. Bejo tertawa, sebenarnya si hitam mau disuapi oleh siapa saja kalau tahu caranya. Bejo mengambil rumput dan mencelupkan ke dalam ember yang berisi air madu dan menyuapi si hitam. Pak khosim pun mencaba apa yang dilakukan oleh bejo. Ternyata benar sin hitam mau memakannya dengan lahap dari tangan pak khosim. hati pak khosim berbunga-bunga karena dia sudah mengetahui cara penyelesaian dari tugas yang di berikan oleh sang raja.
      Apapun, kalau kita tahu cara pasti mudah. Kalau tidak tahu caranya, ya pasti susah. Jadi segala sesuatunya itu membutuhkan pangamatan,pembelajaran,dan pemahaman. Dan jangan pernah katakan tidak bisa sebelum kita melakukan itu semuanya.

Senin, 20 Februari 2012

Raja Yang Cerdas

       
        Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan. Rakyat dikerajaan itu mengganti rajanya setiap tahun. Orang yang akan menjadi raja harus menyetujui sebuah perjanjian bahwa dia akan dikirim di sebuah pulau terpencil dan tidak berpenghuni setelah satu tahun menjadi raja. Jika seorang raja telah mengakhiri masa jabatannya, maka tibalah saatnya untuk dikirim ke sebuah pulau dan dia harus tinggal di sana. Ketika mantan raja itu hendak di kirim ke pulau itu,rakyat mendadani dengan pakaian yang mahal, kemudian di naikan ke punggung gajah dan di arak keliling kota untuk mengucapkan perpisahan dengan rakyatnya. Inilah saat paling menyedihkan bagi mantan raja tersebut,karena dia harus tinggal di pulau terpencil dan di tinggal sendiri tanpa ada yang menemani.
        Ketika rakyat hendak pulang setelah mengantar mantan raja ke pulau tersebut, mereka menemukan sebuah kapal yang baru saja tenggelam. Mereka melihat seorang pemuda yang berhasil selamat dengan berpegangan pada sebuah kayu yang mengapung . Karena mereka membutuhkan seorang raja baru,mereka membawa pemuda tersebut ke negeri mereka. Mereka meminta pemuda itu untuk menjadi raja di negeri mereka selama satu tahun. Mula2 dia menolak,tetapi kemudian bersedia untuk menjadi raja. Rakyat mengatakan kepadanya mengenai aturannya jika dia menjadi raja,juga di jelaskan bahwa dia akan dikirim kepulau terpencil stelah masa jabatannya habis,yakni setelah satu tahun menjadi raja.
       Setelah tiga hari menjadi raja,dia bertanya kepada para menteri,apakah mereka mau menunjukkan pulau tempat mantan para raja dikirim. Mereka bersedia mengantar kepada raja yang baru di lantik ke pulau tersebut. Pulau itu di tutupi dengan hutan yang lebat dan di dalamnya banyak di huni binatang buas. Kemudian raja masuk lebih ke dalam untuk menyelediki keadaan hutan tersebut. Maka dia menemukan banyak sekali bangkai manusia yang tidak lain adalah bangkai mantan para raja sebelumnya. Raja yang baru pun mengerti bahwa begitu mereka memasuki pulau tersebut,binatang buas langsung memangsanya.
        Kemudian sang raja kembali ke kerajaan dan mengumpulkan 100 orang laki2 yang kuat. Dia membawa mereka ke pulau tersebut dan memerintahkan untuk membersihkan hutan lebat yang ada di pulau itu,serta memindahkan semua binatang buasnya,dan menebang pohon2 yang tidak bermanfaat. Raja tersebut akan mengunjungi pulau itu setiap bulan untuk melihat perkembangannya. Pada bulan pertama,semua binatang buas dipindahkan dan banyak pohon2 yang di tebang. Pada bulan kedua,seluruh pulau di bersihkan. kemudian raja memerintahkan kepada para pekerja untuk membuat taman di beberapa bagian di pulau tersebut. Dia juga membawa serta binatang2 yang bermanfaat seperti itik,ayam,burung,kambing,spi,dan sebagainya. Pada bulan ketiga,dia memerintahkan para pekerja membangun rumah besar dan membangun dermaga kapal. Dalam beberapa bulan,pulau tersebut telah berubah menjadi tempat yang indah.
       Raja itu hanya mengenakan pakain yang sederhana dan hanya menggunakan sedikit uang dari gajinya sebagai raja. Dia menyisihkan penghasilannya untuk mempersiapkan hidup di pulau tersebut kelak. ketika masa jabatannya sebagai raja telah berlangsung sembilan bulan,raja memanggil menteri dan berkata kepada mereka, "Saya tahu bahwa saya harus tinggal di pulau itu setelah genap satu tahun menjadi raja. Tetapi saya ingin dikirim kesana saat ini juga." Tetapi para menteri tidak setuju dengan permintaannya. Mereka berkata bahwa dia harus menunggu tiga bulan lagi agar genap satu tahun.
        Tiga bulanpun berlalu,dan sekarang satu tahun sudah raja itu memegang jabatan sebagai raja. Kemudian orang2 mendadaninya dengan pakaian yang indah dan menaikan raja itu di punggung gajah untuk di arak keliling negeri untuk mengucapkan selamat tinggal kepada rakyat. Namun, raja ini nampak sangat bahagia untuk meninggalkan kerajaannya. Orang2 bertanya kepadanya, " Raja2 yang lain akan menangis pada saat akan dikirim ke pulau itu,kenapa engkau justru bahagia dan tertawa?".
        Dia menjawab, " Tidakkah kalian tahu apa yang dikatakan orang bijak? mereka berkata bahwa jika kita datang ke dunia ini sebagai bayi,maka kita menangis dan orang2 tertawa. Maka hiduplah seperti itu,yakni ketika kita mati,maka kita akan tertawa dan orang2 akan menangis. Aku telah menjalani kehidupan seperti itu. Ketika raja2 yang sebelumku lagi asik dengan kehidupan yang mewah di kerajaan,saya selalu memikirkan masa depan dan mempersiapkannya. Saya telah mengubah pulau yang menyeramkan itu menjadi tempat kediaman yang indah bagiku,dan disana aku bisa hidup dengan damai.
      Bagi sobat semuanya kita bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut apalagi yang saat ini posisi kita masih muda. persiapkanlah masa depan kita dengan kerja keras jangan sampai kita gunakan dengan hanya bersenang-senang saja. Masa depan adalah buah hasil dari masa kini.  

Rabu, 15 Februari 2012

Kupu-Kupu Dan Kepompong

      
 Seorang anak menemukan sebuah kepompong dari seekor kupu2. Suatu hari,kepompong itu tampak terbuka sedikit. Kemudian ia duduk dan mengamatinya selama beberapa jam ketika kupu2 dalam dalam kepompong itu berusaha mengeluarkan tubuhnya melalui lubang kecil.dan nampaknya tidak ada kemajuan,meskipun ia sudah berusaha sekuat tenaga.
        Kemudian anak itu memutuskan untuk menolong kupu2 tersebut. Dan anak itu mengambil gunting kecil dan menggunting sisa kepompong yang belum terbuka. Maka kupu2 dalam kepompong dapat keluar dengan mudah. Tetapi ternyata tubuh kupu2 itu membengkak dan sayapnya kecil dan mengkerut. Anak itu terus mengamati kupu2 itu karena ia ingin melihat bagaimana sayapnya itu melebar dan membesar sehingga dapat mengangkat tubuhnya.
         Tetapi semua itu tidak terjadi. justru kupu2 itu hanya bisa merangkak Dengan tubuhnya yang membengkak dan sayapnya yang tidak bisa mengembang. Kupu2 itu tidak dapat bisa terbang. Apa yang tidak di ketahui oleh anak ini, di balik ketergesaan dan pertolongan yang diberikan kepada kupu2 adalah bahwa kepompong mengurung kupu2,dan perjuangan kupu2 untuk keluar dari kurungannya sangatlah diperlukan oleh kupu2,keluar melalui lubang yang sempit adalah agar kupu2 itu dapat mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya sehingga tubuhnya tidak bengkak. Dan sayapnya bisa melebar dan mengembang sehingga siap terbang ketika telah bisa membebaskan dirinya dari kungkungan kepompong.
        Terkadang perjuangan adalah sesuatu yang sangat kita perlukan dalam menjalani kehidupan kita. Jika kita menjalani hidup ini tanpa menghadapi tantangan, maka diri kita akan lumpuh. Dan kita tidak akan sekuat seperti sekarang. Sama halnya dengan sebuah kesuksesan pastilah di mulai dari sebuah tantangan,tak ada kesuksesan yang di dapat tanpa perjuangan dan pengorbanan. 

Minggu, 12 Februari 2012

Sebuah Lubang di Pagar

    
       Suatu ketika ada anak seorang yang pemarah. Ayahnya memberikan kepadanya sekantong paku dan mengatakan kepada anak itu bahwa jika dia tidak dapat mengendalikan kemarahannya,maka ia harus memakukan sebuah paku di bagian belakang pagar. Pada hari pertama,anak itu telah memukulkan 28 paku di pagar. Dalam beberapa minggu kemudian,karena ia telah semakin mampu mengendalikan kemarahannya,maka jumlah paku yang dipakukan itu menjadi berkurang setiaphari. Ia merasakan bahwa ternyata lebih mudah mengendalikan kemarahan daripada memakukan paku di pagar.
      Akhirnya datanglah suatu hari ketika anak itu sudah tidak marah sama sekali. Ia berkata kepada ayahnya mengenai keadannya itu dan ayahnya menyarankan agar anak itu mencabut sebuah paku setiap hari karena dia telah mampu mengendalikan kemarahannya. Haripun berlalu dan anak itu akhirnya mengatakan kepada ayahnya bahwa semua paku telah dicabut. Kemudian ayahnya menggandeng anaknya dan menuntun anaknya ke pagar. Katanya," kau telah melakukannya dengan baik anakku,tapi lihatlah lubang di pagar ini."
      Pagar ini tidak akan menjadi sama. Ketika mengucapkan kata2 dengan melampiaskan dengan kemaranmu,ucapanmu akan meninggalkan sebuah bekas sebagaimana bekas paku ini. Dan hal itu seperti menusukan pisau di tubuhnya kemudian mencabutnya. Bekas luka itu masih tetap ada. Sebuah luka karena ucapan sama buruknya dengan luka yang berupa fisik.
      Teman2 kita dan orang2 yang kita cintai sesungguhnya merupakan permata yang sangat berharga. Mereka membuat kita tersenyum dan mendorong kita agar berhasil. Mereka mau mendengarkan kita,mereka mengucapkan pujian untuk kita,dan mereka selalu membuka hatinya untuk kita. Maka siramilah hubungan itu dengan kebaikan,agar hubungan itu semakin tumbuh dengan baik. Maka berhati-hatilah dengan ucapan kita,agar persahabatan itu tidak retak karena ucapan kita.
(goldenbooks )

Kamis, 09 Februari 2012

Jangan Pernah Menyerah Dengan Masalah

        Dalam menjalani kehidupan ini,tentunya tidak lepas dari berbagai masalah baik masalah keluarga,masalah pekerjaan atau masalah ekonomi.Sebenarnya masalah apapun itu,sangat besar manfaatnya untuk kita semua,selama kita mau menyikapi dengan sikap prilaku orang bijak.
Jika kita bisa belajar dengan kehidupan yang ada dialam ini,kita akan menjadi manusia yang tidak mengenal Pak pesimis....melainkan Pak optimislah yang kita kenal.why.....!!!!
      "Kalau kita mau melihat kehidupan burung,coba anda amati dengan baik,betapa susahnya mereka menjalani kehidupan,dilihat dari mereka membangun rumah yang dimulai memungut rumput - rumput,sedikit demi sedikit mereka lakukan dengan penuh kesabaran, Belum lagi mereka menghadapi hukum alam yang tergolong dalam rantai makanan.Masalah yang paling besar bagi mereka adalah kita sebagai manusia.kenapa? sekarang kepunahan kehidupan mereka disebabkan oleh kita. Gimana tidak baru mau membangun rumah saja sudah kita rusak,jika tidak pada saat bertelur kita ambil,belum lagi kalau sudah jadi anak kadang kita ambil untuk dijadikan peliharaan yang pasti akan mempengaruhi populasi mereka.Tapi yang luar biasa adalah tidak ada ceritanya ada seekor burung yang bunuh diri.gara-gara rumahnya dirusak manusia,tidak ada seekor burung yang dengan sengaja membenturkan kepalanya,apa lagi gantung diri gara-gara anaknya kita ambil.Tapi kenyataannya meraka tetap saja berkembang sampai saat ini,yang setiap pagi menyambut mentari dengan kicauan - kicauan yang merdu dari mereka."
      Tapi bagaimana dengan manusia sendiri,sebagai mahluk yang sempurna dan tidak lepas oleh masalah setiap harinya. Masalah ekonomi,keluarga,asmara,kadang menjadi kendala bagi kita. Sampai gara2 masalah sebuah kegagalan kecil manusia berani untuk menghabisi hidupnya sendiri dengan berbagai macam cara. padahal setiap masalah itu pasti ada solusinya. Tinggal kita mau berusaha untuk menyelesaikannya atau tidak. Sebagai mahluk yang sempurna janganlah kita menyerah dengan masalah yang kita hadapi . selalu optimis dengan hidup yang kita jalani kunci menuju kesebuah kesuksesan.
by rhony

Senin, 06 Februari 2012

TALI

           Malam yang gelap menyelimuti ketinggian sebuah gunung sehingga seorang laki2 di tempat itu tidak bisa melihat apapun. Semua gelap total,tidak terlihat apapun. Bulan dan bulan terselimuti awan. Ketika ketika ia memanjat gunung itu dan telah sampai di ketinggian yang hanya tinggal beberapa kaki dari puncak gunung,tiba2 dia tergelincir sehingga jatuhdi udara, Dengan kecepatan yang sangat tinggi. ketika meluncur ke bawah,dia hanya melihat titik hitam. Dan dia mengalami perasaan yang mengerikan seperti tersedot oleh gaya tarik bumi.
          Dia terus meluncur ke bawah. pada detik2 yang sangat menakutkan ini,terlintas dalam pikirannya semua peristiwa yang baik dan buruk dalam hidupnya. Sekarang dia merasa bahwa kematiannya sudah dekat,ketika dia tiba2 dia merasakan ada tali yang menarik pergelangan tangannya dengan sangat kerasnya. kemudian tubuhnya tergantung di udara.
         Hanya tali itulah yang tempat berpegang baginya,dan saat yang sepi seperti itu,dia tidak mempunyai pilihan kecuali berteriak," Tuhan,tolonglah aku."tiba2 sebuah suara yang dalam datang dari langit,suara itu menjawab,"apakah yang kamu inginkan?".
"apakah kamu percaya bahwa aku dapat menyelematkanmu?".
"tentu,aku percaya Engkau dapat menyelematkanku."
"jika kamu percaya kepadaku, putuskanlah tali yang ada di pergelangan tanganmu itu!"
         saat itu benar2 sepi. laki2 itu memutuskan memilih untuk berpegangan pada tali dengan segenap kekuatannya. Pada keesokan harinya, team penyelamat menyatakan bahwa  seorang pendaki gunung ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tubuhnya  membeku dan tergantung di tali, yakni tangannya berpegangan pada tali tersebut. Jaraknya hanya satu meter dari tanah.
         Bagaimana dengan kita semua sobat ? Seberapa jauh kita menggantung kehidupan kita pada tali ? jangan merasa ragu dengan sebuah pertolongan. Karena pertolongan datang bisa dari manapun dan banyak sekali bentuk pertolongan. Dan jangan sekali-kali mengatakan bahwa Tuhan telah melupakan atau mengabaikan kita. Bisa2 nasib kita sama seperti pendaki tadi yang hanya tinggal satu meter saja dia masih punya kesempatan untuk hidup tapi dia memilih terus berpegangan pada tali tadi.
Old Post ►
 

Copyright 2012 Motivasi dan Inspirasi: motivasi Template by Bamz | Publish on Bamz Templates