Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2013

Syair Imam Ali bin Abi Thalib

Syair-Imam-Ali-bin-Abi-Thalib

Berikut adalah Syair Imam ALI BIN ABI THLAIB ra. Syair agung yang memiliki pesan sangat mulia pada kita dan semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Syair Imam ALi Bin Abi Thalib

Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas keimanan, keimanan hanya tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam perbuatan
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman, 
Ada lidah yang fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk tapi sibuk dalam kesendirian, 
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi, 
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan ada yang menangis karena kufur nikmat
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan, dan ada pelacur yang tampil menjadi figur
Ada orang yangg punya ilmu tapi tak faham, ada yang faham tapi tak menjalankan
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tapi tak tahu diri
Ada orang beragama tapi tak berakhlak, ada yang berakhlak tapi tak bertuhan
(Ali bin Abi Thalib R.A) 

Jika kita mencermati syair agung dari imam ALi bin Abi Thalib ra. di atas, kekhawatiran beliau akan "suatu masa" tersebut sudah terjadi pada masa kita saat ini. Kita bisa melihat disekeliling kita, dosa dosa maksiat hampir tak bisa di hindari di segala aspek kehidupan kita, orang orang saling membodohi, pelacur jadi figur yang diteladani, dan semua perkataan dalam syair imam ali diatas sudah terjadi saat ini, dan sedang kita nikmati.
Terakhir, Semoga kita tetap dalam lindungan Allah swt, dan selamat  dalam menjalani kehidupan di dunia akhir zaman ini.

Bagi Yang ingin mengenal lebih jauh lagi sosok imam ALi bin Abi Thalib ra. sebelumnya saya pernah share tentang Riwayat Imam ALi bin Abi Thalib ra. Dan untuk konten konten yang lain tentang Imam ALI BIN ABI THALIB ra. silahkan manfaatkan menu search pada pojok kanan atas, di blog ini, cukup ketikkan keyword "Imam Ali" lalu tekan enter.
Mungkin anda ingin juga membaca Syair dari Imam Syafi'i silahkan ikuti link berikut ini, Syair Imam Syafi'i

Semoga bermanfaat.

Jumat, 15 Februari 2013

Tips Menghindari Dosa Maksiat

Catatan

Assalamualaikum Wr. Wb
Tips Menghindari Dosa Maksiat, saya ambil dari facebook K. H Muhammad Arifin Ilham semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dan sebagai renungan, agar bisa terhindar dari dosa-dosa maksiat yang menjerumuskan.
Adapun Tips agar Kita terhindar Dosa Maksiat adalah dengan mengetahui kerugian / kemudaratan yang diakibatkan dosa maksiat tersebut dan kembali mengingat dan merenungkin bahwa setiap perbuatan kita tetap diawasi oleh Dia yang maha melihat. Berikut adalah Penjelasannya dari K.H Muhammad Arifin Ilham

"Ustadz, gimana supaya ane sabar menjauhi ma'siyat?"
 SubhanALLAH, sahabatku,
  1. "Fi'ludzdzunuubi syu'mun" Sadarilah bahwa perbuatan ma'siyat membawa pada KESIALAN dan KEHINAAN DIRI, tidak ada org mulia karena ma'siyat, kalaupun ia sukses dengan ma'siyat itu hanya soal waktu, tidak di dunia maka saat sakaratul maut, itulah yg disebut "istidraj".
  2. Malulah kepada ALLAH yang selalu MENATAP setiap mahlukNYA (QS 89:14),

    إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ [٨٩:١٤]
    Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi perbuatan manusia. Dia menghitung dan memberikan balasan kepada mereka atas perbuatan itu.

  3. Bagaimana mungkin ma'siyat DITONTON & DICATAT RAPI MALAIKAT (QS 50:18)

    مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ [٥٠:١٨]
    Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat penjaga yang siap mencatatnya.
  4. Ingatlah betapa besarnya nikmat ALLAH, masa tega digunakan nikmat ALLAH untuk ma'siyat kepadaNYA (QS 82:6),

    يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ [٨٢:٦]
    Wahai manusia, apa yang membuat kalian tergoda sehingga berani mendurhakai Tuhanmu Yang Maha Pemurah?

  5. Takutlah akan DAHSYAT SIKSA ma'siyat, ( QS 35:28).

    وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ [٣٥:٢٨]

    Demikian pula di antara manusia, binatang melata, unta, sapi dan domba terdapat bermacam-macam bentuk, ukuran dan warnanya pula. Hanya para ilmuwan yang mengetahui rahasia penciptaanlah yang dapat mencermati hasil ciptaan yang mengagumkan ini dan membuat mereka tunduk kepada Sang Pencipta. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa yang ditakuti orang-orang Mukmin, Maha Pengampun segala dosa siapa pun yang berserah diri kepada-Nya. (1). (1) Setelah memaparkan bahwa berbagai jenis buah-buahan dan perbedaan warna pegunungan itu berasal dari suatu unsur yang sama--yakni, buah-buahan berasal dari air dan gunung-gunung berasal dari magma, ayat ini pun menyitir bahwa perbedaan bentuk dan warna yang ada pada manusia, binatang-binatang melata dan hewan-hewan ternak tidak tampak dari sperma-sperma yang menjadi cikal bakalnya. Bahkan sekiranya kita menggunakan alat pembesar sekali pun, sperma-sperma tersebut tampak tidak berbeda. Di sinilah sebenarnya letak rahasia dan misteri gen dan plasma. Ayat ini pun mengisyaratkan bahwa faktor genetislah yang menjadikan tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia tetap memiliki ciri khasnya dan tidak berubah hanya disebabkan oleh habitat dan makanannya. Maka sungguh benar jika ayat ini menyatakan bahwa para ilmuwan yang menetahui rahasia-rahasia penciptaan sebagai sekelompok manusia yang paling takut kepada Allah. (tafsir Muhammad Qurai shihab)

  6. Ma'siyat membuat hati mati dan melumpuhkan semangat ibadah dan kehusyuannya (QS 83:14)

    كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ [٨٣:١٤]
    Hindarilah, wahai orang-orang yang melampaui batas, kata-kata yang kalian lontarkan! Hati orang-orang yang melampaui batas itu telah tertutup oleh sikap kafir dan kemaksiatan yang mereka perbuat.

  7. "Enaknya sesaat tetapi panjaaaaaang penderitaannya" (QS 3:197).

    مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ [٣:١٩٧]
    Semua itu adalah kesenangan sekejap yang akan hilang. Setiap yang hilang itu sedikit. Tempat kembali mereka adalah neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali.
Nah setelah memahami ini masih ma'siyat juga berarti memang termasuk "ZHOLUUMAN JAHUULAN" manusia sangat zholim kepad ALLAH dan sangat jahil, sudah tahu akibatnya masih juga ma'siyat!.
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا [٣٣:٧٢]
Kami telah menawarkan kepada bumi, langit dan gunung untuk mengemban tugas-tugas keagamaan. Tapi mereka tidak bersedia melaksanakan misi itu karena takut. Tetapi manusia menyanggupinya. Sungguh manusia itu sangat zalim pada diri sendiri dan tidak mengetahui kemampuan dirinya.

Sahabatku, inilah do'a Rasululllah agar jauh dari ma'siyat, "Allahumma ya ALLAH hamba mohon hidayahMu agar hamba bahagia hidup dalam ketaatan, semangat menjauhi kemungkaran & mencintai mrk yg papa "...aamiin

Semoga catatan ini bisa menjadi pengingat khususnya untuk saya pribadi untuk berusaha menjauhi dosa maksiat, dan tentunya bermanfaat untuk kita semua...aamiin

Wassalamualaikum Wr. Wb

Sabtu, 02 Februari 2013

Sukarno dan Mati Tersenyum [Kisah Sufi]

sukarno

Berhubung bulan hari ini adalah hari pahwalan Repoblik indonesia tercinta, mungkin sedikit menarik mengangkat sebuah kisah seorang pahlawan Nasional bung Karna "Pencarian Bung Karno dan Mati Tersenyum"(Dialog Bung Karno dengan ulama sufi Syekh Kadirun Yahya). Kisah ini masih banyak menuai pro dan kontra, pesan saya, sebagai seorang pembaca juga "padanglah lebih kisah ini dari makna kebaikan yang terkandung di dalamnya, tanpa harus terlalu memperdebatkan apakah cerita ini benar atau tidak" dan cerita  ini insyaAllah berasal dari sumber yang bisa dipercaya.

Berikut adalah kisah  Sukarno dan Mati Tersenyum [Kisah Sufi]:

Suatu hari, pada sekitar bulan Juli 1965, Bung Karno berdialog dengan Kadirun Yahya, anggota dewan kurator seksi ilmiah Universitas Sumatra Utara (USU).
Bung Karno (BK): Saya bertanya-tanya pada semua ulama dan para intelektual yang saya anggap tahu, tapi semua jawaban tidak ada yang memuaskan saya, en jij bent ulama, tegelijk intellectueel van de exacta en metaphysica-man.
Kadirun Yahya (KY): Apa soalnya Bapak Presiden?
BK: Saya bertanya lebih dahulu tentang hal lain, sebelum saya memajukan pertanyaan yang sebenarnya. Manakah yang lebih tinggi, presidentschap atau generaalschap atau professorschap dibandingkan dengan surga-schap?
KY: Surga-schap. Untuk menjadi presiden, atau profesor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan mengabdi pada nusa dan bangsa, atau ilmu pengetahuan, sedangkan untuk mendapatkan surga harus berkorban untuk Allah segala-galanya berpuluh-puluh tahun, bahkan menurut Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup baru dapat masuk nirwana.

BK: Accord, Nu heb ik je te pakken Proffesor (sekarang baru dapat kutangkap Engkau, Profesor.) Sebelum saya ajukan pertanyaan pokok, saya cerita sedikit: Saya telah banyak melihat teman-teman saya matinya jelek karena banyak dosanya, saya pun banyak dosanya dan saya takut mati jelek. Maka saya selidiki Quran dan hadist. Bagaimana caranya supaya dengan mudah menghapus dosa saya dan dapat ampunan dan mati senyum; dan saya ketemu satu hadist yang bagi saya sangat berharga.

Bunyinya kira-kira begini: Seorang wanita pelacur penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing yang kehausan. Wanita tadi mengambil segayung air dan memberi anjing yang kehausan itu minum. Rasulullah lewat dan berkata, “Hai para sahabatku, lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, terhapus dosa wanita itu di dunia dan akhirat dan ia ahli surga!!! Profesor, tadi engkau katakan bahwa untuk mendapatkan surga harus berkorban segala-galanya, berpuluh tahun itu pun barangkali. Sekarang seorang wanita yang banyak berdosa hanya dengan sedikit saja jasa, itu pun pada seekor anjing, dihapuskan Tuhan dosanya dan ia ahli surga. How do you explain it Professor? Waar zit‘t geheim?
Kadirun Yahya hening sejenak lalu berdiri meminta kertas.
KY: Presiden, U zei, dat U in 10 jaren’t antwoor neit hebt kunnen vinden, laten we zein (Presiden, tadi Bapak katakan dalam 10 tahun tak ketemu jawabannya, mari kita lihat), mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam dua menit, saya dapat memberikan jawaban yang memuaskan.
Bung karno adalah seorang insinyur dan Kadirun Yahya adalah ahli kimia/fisika, jadi bahasa mereka sama: eksakta.
KY menulis dikertas:10/10 = 1.
BK menjawab: Ya.
KY: 10/100 = 1/10.
BK: Ya.
KY: 10/1000 = 1/100.
BK: Ya.
KY: 10/bilangan tak berhingga = 0.
BK: Ya.
KY: 1000000/ bilangan tak berhingga = 0.
BK: Ya.
KY: Berapa saja ditambah apa saja dibagi sesuatu tak berhingga samadengan 0.
BK: Ya.
KY: Dosa dibagi sesuatu tak berhingga sama dengan 0.
BK: Ya.
KY: Nah…, 1 x bilangan tak berhingga = bilangan tak berhingga. 1/2 x bilangan tak berhingga = bilangan tak berhingga. 1 zarah x bilangan tak berhingga = tak berhingga. Perlu diingat bahwa Allah adalah Mahatakberhingga. Sehingga, sang wanita walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekali pun, mengkaitkan, menggandengkan gerakkannya dengan Yang Mahaakbar, mengikutsertakan Yang Mahabesar dalam gerakkannya, maka hasil dari gerakkannya itu menghasikan ibadat paling besar, yang langsung dihadapkan pada dosanya yang banyak, maka pada saat itu pula dosanya hancur berkeping keping. Hal ini dijelaskan sebagai berikut: (1 zarah x tak berhingga)/dosa = tak berhingga.
BK diam sejenak lalu bertanya: Bagaimana ia dapat hubungan dengan Sang Tuhan?
KY: Dengan mendapatkan frekuensinya. Tanpa mendapatkan frekuensinya tidak mungkin ada kontak dengan Tuhan. Lihat saja, walaupun 1mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio kita dengan frekuensi yang tidak sama, radio kita tidak akan mengeluarkan suara dari zender tersebut. Begitu juga, walaupun Tuhan dikabarkan berada lebih dekat dari kedua urat leher kita, tidak mungkin kontak jika frekuensinya tidak sama.
BK berdiri dan berucap: Professor, you are marvelous, you are wonderful, enourmous. Kemudian dia merangkul KY dan berkata: Profesor, doakan saya supaya saya dapat mati dengan senyum di belakang hari.
Beberapa tahun kemudian, Bung karno meninggal dunia. Resensi-resensi harian-harian dan majalah-majalah ibukota yang mengkover kepergian beliau, selalu memberitakan bahwa beliau dalam keadaan senyum ketika menutup mata untuk selama-lamanya.

Catatan:
Nama lengkap yang berdialong dengan Bung Karno adalah Prof. Dr.H.SS. Kadirun Yahya MA, Msc, Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Uraian tentang riwayat beliau pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/10/09/syekh-kadirun-yahya/

Sabtu, 29 Desember 2012

AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN [Kisah Nyata]

akhir-hayat

Assalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokaatuhu
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sebuah kisah nyata AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN.
Saya merinding ketika pertama kali membaca kisah ini, ditambah lagi saya lumayan sering bergelut dengan music. wuih tambah gemetar disko. Semoga kita tetap dalam lindungan-NYA untuk mati dalam keadaan iman dan islam...aamiin

berikut adalah kisah AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN selelngkapnya.

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka, setiap hari begitu, benar-benar mengherankan!”
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan, Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah. Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.

Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.
Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku. Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.
Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya…
Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.
Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.

Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.
Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.
Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.
Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.
Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.

Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya. Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.
“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.
Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.

Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit…
Kepada orang-orang di sana kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.

Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.

Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum. Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan. Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.

“Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”.
Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…
Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin… (Azzamul Qaadim, hal 36-42)

Sumber : [“Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab”; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48]

Rabu, 26 Desember 2012

Hijau Ladangku yang Mulai Terpinggirkan

Perhatikan sejenak tetesan Embun di ujung Kelopak deDaunan, begitu bening, indah memantulkan cahaya mentari pagi yang beranjak menyapa bumi.

pohon-alpukat

wallpaper-natural

Dan Bunga-bunga yang mlai bermekaran, selalu saja bisa menarik perhatian, menambah indahnya pagi ini, di Ladang hijau milikku

bunga-panca-warna

wallpaper islami

bunga-api


Serangga-serangga kecil di atas dedaunan masih terlihat bermalas-malasan seolah tak peduli akan keberadaanku.

serangga-belang


Daun-daun tua yang mulai terlihat kering menguning mulai banyak berguguran, memberikan kesempatan pada daun-daun muda untuk bisa bernafas lebih lama, memberikan semangat kepada tunas tunas baru untuk terus tumbuh meninggi, melupakan kerasnya tiupan angin siang ini.

daun


Semua itu ada diladangku, Ladang yang tidak akan pernah kau temukan di gersangnya debu perkotaan, Ladang yang mungkin saat ini menjadi tanah langka dinegeri ini, ya Ladang Hijau yang perlahan mulai terpinggirkan zaman...........


Demikian kata pengantar yang sengaja dibikin agak Puitis dikit untuk memaknai gambar-gambar diatas, biar lebih Dalem...he he
Gambar-gambar ini yang saya ambil sendiri menggunakan kamera pocket sederhana di lingkungan sekitar rumah...berhubung Kamera DSLR-nya belum bisa dipake :D masih di Toko maksudnya
Sebenarnya ini bagian dari hobi kecil saya, mengumpulkan gambar-gambar yang saya anggap menarik, dan hobi ini kerap kali bisa mengusir paksa rasa bosan.

Adapun pesan yang ingin disampaikan pada postingan kali ini adalah bahwa (untuk saya pribadi) jika kita perhatikan lingkungan disekitar kita, alam, dan berbagai kehidupan didalamnya, jauh lebih dekat, mungkin dengan cara memphotonya seperti yang saya lakukan :D ternyata banyak hal mengagumkan dan luar biasa yang bisa kita temukan, yang terkadang baru kita sadari setelah melihatnya beberapa kali.
Dan semua itu bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita, dan sebagai bahan renungan, betapa maha Indahnya DIA, betapa DIA mengatur kehidupan ini dengan begitu sempurna, tanpa cacat, tanpa cela


Sekian untuk postingan ini, semoga ada hal positif yang bia diambil, sekaligus ini sebagai pesan untuk kita mari bersama-sama melestarikan lingkungan sekitar kita demi anak cucu kita, demi orang-orang sesudah kita.
wassalamualaikum

Qral Moerad

Rabu, 24 Oktober 2012

Untuk Kesekian kalinya

doa

Kemana harus berpaling
Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan

Kepada siapa harus bicara
Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Haruskah aku datang kepadaNYA dengan muka seadanya, seperti ini, lalu berkata kalau aku menyesal, aku telah lalai dan berbuat salah, semantara kemarin dan hari-hari sebelumnya aku juga pernah dengan lantang mengatakannya…”aku menyesal dan aku hina telah berbuat dosa, ampuni aku, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan ini lagi”

Lalu kemudian…aku mengulanginya, lagi, lagi dan lagi

Aku malu,,,ini sudah yang kesekian kali.
Tapi harus kemana melangkah atau haruskah aku diam disni menikmati dosa dosa ini sampai mati, haruskah aku pura pura melupa dalam bahagia fana yang sekilas terlihat begitu sempurna?

TIDAK, aku tidak mau sisa hidupku hanya untuk menunggu siksa abadi dikemudian hari.

Dan….Untuk Kesekian kalinya…Ya rabbi, aku memohon ampun untuk dosa dosa lama, dan dosa dosa baru, aku tidak pernah sedikitpun meragukan besarnya kasih sayangmu dan luasnya pengampunanmu, hanya terkadang aku malu, banyak dari dosa dosa itu adalah dosa lama yang terulang sama menjadi dosa dosa baru.

Untuk Kesekian kalinya…Ya Rabbi, berikan aku kesempatan untuk memulainya dari awal lagi, menjadi baik lagi, walaupun ternyata waktu tak pernah cukup sabar untuk menunggu, meninggalkan langkahku bersama semua kebodohanku…Ya Rabbi, aku hanya ingin suatu saat nanti, ketika aku harus kembali kepadaMU ada bahagia disana menanti untukku.

moerad qral

Jumat, 19 Oktober 2012

Obat Galau Dari Imam Syafi'i


Ini adalah salah satu Syair imam Syafi'i yang pada kesempatan sebelumnya saya juga pernah share satu syair dari imam syafi'i yang anda bisa baca di Syair imam Syafi'i.
Obat Galau dari Imam Syafi'i ini saya lihat kemarin di facebook fan page miliknya a'a Gym, dan saya posting ulang di blog ini, dengan harapan semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua.

Berikut adalah Syair indah penuh makna dari imam Syafi'i.

Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara

Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia

Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia

Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira

Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana

Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga

Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya

Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia

Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela

Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya

(Imam Syafi'i)

Demikian semoga bermanfaat, jika anda tertarik ingin membaca Syair dari sayyidina Ali bin Abi thalib, silahkan baca di sini Syair Imam Ali bin Abi Thalib.

Dapatkan update terbaru blog ini, puisi, syair dan motivasi islam dengan like facebook pojok motivasi

Nasihat Imam Syafi'i

Nasiahat-Imam-Syafi'i

Pada kesempatan sebelumnya saya pernah sharing tentang syair dari imam Syafi'i yang menunjukkan bagaimana keagungan dari ahlak Beliau, pada kesempatan kali ini saya akan sharing tentang bebera nasihat dari imam Syafi'i semoga bermanfaat.

Nasihat imam Syafi'i
Diantara keutamaan ilmu kepada penuntutnya adalah semua umat manusia dijadikan sebagai pelayannya.
Wajib menjaga ilmu laksana orang menjaga harga diri dan kehormatannya.
Siapa yang mengemban ilmu kemudian ia titipkan kepada orang yang bukan ahlinya karena kebodohannya maka ia akan mendzoliminya.


Nasihat imam Syafi'i
Wahai saudaraku, ilmu tidak akan diraih kecuali dengan enam syarat dan akan aku ceritakan perinciannya dibawah ini: Cerdik, perhatian tinggi, sungguh-sungguh, bekal, dengan bimbingan guru dan panjangnya masa. Setiap ilmu selain Al-Qur’an melalaikan diri kecuali ilmu hadits dan fikih dalam beragama. Ilmu adalah yang berdasarkan riwayat dan sanad maka selain itu hanya was-was setan.

Nasihat imam Syafi'i
Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.

Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.

Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa.
Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.




Ilmu adalah tanaman kebanggaan maka hendaklah Anda bangga dengannya. Dan berhati-hatilah bila kebanggaan itu terlewatkan darimu.

Ketahuilah ilmu tidak akan didapat oleh orang yang pikirannya tercurah pada makanan dan pakaian.
Pengagum ilmu akan selalu berusaha baik dalam keadaan telanjang dan berpakaian.

Jadikanlah bagi dirimu bagian yang cukup dan tinggalkan nikmatnya tidur
Mungkin suatu hari kamu hadir di suatu majelis menjadi tokoh besar di tempat majelsi itu.


Dari kitab Kaifa Turabbi Waladan Shalihan (Terj. Begini Seharusnya Mendidik Anak), Al-Maghrbi bin As-Said Al-Maghribi, Darul Haq.

Nasihat imam Syafi'i
"Bertakwalah kepada Allah, permisalkanlah akhirat dalam hatimu, jadikanlah kematian antara kedua matamu, dan janganlah lupa bahwa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah terhadap Allah ‘Azza wa Jalla, jauhilah segalah hal yang Dia haramkan, laksanakanlah segala perkara yang Dia wajibkan, dan hendaknya engkau bersama Allah di manapun engkau berada. Janganlah sekali-kali engkau menganggap kecil nikmat Allah kepadamu -walaupun nikmat itu sedikit- dan balaslah dengan bersyukur. Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai dzikir, dan pandanganmu sebagai pelajaran. Maafkanlahorang yang menzhalimimu, sambunglah (silaturrahmi dari)orang yang memutus silaturahmi terhadapmu, berbuat baiklah kepada siapapun yang berbuat jelek kepadamu, bersabarlah terhadap segala musibah, dan berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketakwaan."

"Hendaknya kejujuran adalah lisanmu, menepati janji adalah tiang tonggakmu, rahmat adalah buahmu, kesyukuran sebagai thaharahmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang adalah perhiasanmu, kecerdikan adalah daya tangkapmu, ketaatan sebagai mata percaharianmu, ridha sebagai amanahmu, pemahaman adalah penglihatanmu, rasa harapan adalah kesabaranmu, rasa takut sebagai pakaianmu, shadaqah sebagai pelindungmu, dan zakat sebagai bentengmu. Jadikanlah rasa malu sebagai pemimpinmu, sifat tenang sebagai menterimu, tawakkal sebagai baju tamengmu, dunia sebagai penjaramu, dan kefakiran sebagai pembaringanmu. Jadikanlah kebenaran sebagai pemandumu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Al-Qur`an sebagai juru bicaramu dengan kejelasan, serta jadikanlah Allah sebagai Penyejukmu. Barangsiapa yang bersifat seperti ini, surga adalah tempat tinggalnya."

Demikianlah NASIHAT DARI IMAM SYAFI'I semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Minggu, 19 Agustus 2012

Sebuah Ucapan Di Hari Yang Fitri

Sebuah-Ucapan-Di-Hari-Yang-Fitri

..............................................
Selamat Hari Raya idul Fitri
Mohon Maaf lahir dan Batin

Pesan singkat yang sudah sangat akrab di mata dan telinga kita, menandakan berakhirnya sebulan berpuasa, mendakan berakhirnya bulan penuh berkah dan pengampunan dosa, menandakan datangnya hari kebahagiaan bagi para pemenang setelah sebulan berperang melawan hawa nafsu.
Entah perasaan apa yang ingin aku gambarkan setiap kali ucapan ini terdengar dan tertulis di media media.
Mungkin bahagia, walaupun sebenranya tidak ada kemenangan yang cukup layak untuk dirayakan, dan dibanggakan, karna jika menoleh sebulan kebelakang, terlalu banyak kebodohan memilukan yang harus tertorehkan.
Ada Sedih, karna ternyata kata kata masih lebih nyaring terdengar dibandingkan tindakan yang semestinya lebih sunyi berjalan. Karna ternyata masih ada rasa angkuh, munafik, riak, dan berbagai sifat buruk yang masih belum habis terkikiskan.



 " Selamat Jalan ramadhan, seperti biasa, kau berlalu begitu saja, meninggalkan segumpal penyesalan, karna untuk semetara ini_, hanya ini yang bisa aku titipkan, sebatas ini doa yang bisa aku krimkan. Semoga DIA yang maha kuasa berkenan menggenapi segala kekurangan, dan sudi memaafkan semua kehinaan"

dan...

"Selamat datang buat mu wahai Lebaran, mungkin aku tamu yang tidak terlalu kau harapkan, layaknya mereka, golongan suci para pemenang..."

dan semoga masih ada hari yang lain dan Ramadhan berikutnya untuk ku, untuk terus berjuang memperbaiki diri sebelum mati datang menhampiri.

Selamat Lebaran Mohon Maaf Lahir dan Batin

Kamis, 02 Agustus 2012

Semoga Ramadhan Hapus Hinanya Kemunafikan

kemunafikan

Ada yang aku coba jelaskan dalam heningnya Diam, seperti kalian, yang menyembunyikan ke pura puraan dalam suara suara lantang.  Sadari, ada yang kita coba perangi dengan akrabnya persahabatan, ada gumpalan gumpalan benci yang kita gunakan mengungkapakan perasaan sayang.

Mungkin itulah Kemunafikan, aku dan kalian hanyut bersamanya,,,terlena dan melupa

dan saat hati mulai bertanya kenapa,,,
Kenapa ada cinta ditengah sakitnya luka?
Kenapa ada dendam yang terselip dalam rak rak persaudaraan?
Kenapa harus senyum memkasa jika tak sampai pada lepasnya tawa?
Kenapa harus terbang tinggi jika harus tenggelam mati?
Kenapa harus perpura pura, selalu berpura pura
Aku mendengar....kalian terdiam, kita hening tanpa jawaban!!!

dan saat hati mulai bertanya bagaimana,,,
Kita telah lupa bagaimana indahnya kejujuran.
Kita sudah tidak cukup berani menerima pahitnya kebenaran,.
Kita sudah terlalu sombong mengakui rendahnya kehinaan.

Kemunafikan,,,
Seperti apa kemunfikan, apakah dia selalu ada dan tak kasat terlihat seperti gemerlap bintang di terik siang, atau seperti panasnya mentari yang terlupakan bersama dinginnya malam.
Adakah jalan untuk berlari darinya.?
Adakah obat yang bisa mujarab menangkalnya?
Aku berharap ramadhanMU bisa mengusirnya,
Aku berharap ramadhanMU bisa menghapusnya,

Moerad Qrad

Selasa, 24 Juli 2012

Curhat Ramadhan

Muslim-Kid

Ramadhan, sekali lagi aku ucapkan selamat datang
Selamat datang di rumah sederhana Hatiku, yang masih sedikit berantakan, terkesan tanpa persiapan menyambut sucinya gelar di belakang namamu.

Ramadhan,,,saya yakin engkau masih sama seperti tahun tahun kemarin, masih setia membawa lembaran-lembaran kertas yang berisikan peta jalan pintas pengampunan dosa dosa , masih dengan kantong-kantong yang berisikan bunus berkah dan berbagai macam rumus dan apklikasi yang bisa meningkatkan nilai amal dan ibadah, terima kasih karna masih sempat berkunjung, terima kasih atas tuhan yang masih memberikan kesempatan untuk menjamu kedatanganmu dirumah sederhana milikku.

Aku selalu berharap dan berdoa bisa lebih baik dan lebih siap menyambut kedatanganmu tahun ini, walaupun terkadang masih saja disibukkan dengan hidangan berbuka dan santapan sahur yang harus spesial dan beragam, masih saja tidur berlebihan yang membuat manja dan telat bekerja, masih saja diberatkan dengan tradisi akhir zaman,pakaian,sarung sajadah kopiah bahkan sendal yang harus baru dan mahal, dan berbagai macam hal yang terkesan kuran perlu.

Ramadhan, aku berharap engkau bisa betah barang sebentar, walaupun terlalu banyak hal yang akan membuatmu tidak nyaman untuk tinggal, untuk menemani hatiku tunduk mengapdi, meramaikan malam malam yang biasanya sepi dengan lantunan doa doa suci, bersama mendoakan pagi yang lebih berkah, dan mengajarkan bagaimana menjadi pribadi yang lebih pandai bersabar, pribadi yang lebih lembut hatinya, lebih pemurah, pemaaf, lebih dan lebih lebih baik dari sebelumnya.

Ramadhan sekali lagi aku ucakan selamt datang

Minggu, 15 Juli 2012

Ramadhan-Selamat Datang


Insan beriman mana yang tidak merasa berdebar dan berbahagia menanti dan menyambaut kedatangan bulan suci yang penuh dengan bonus pahala ibadah dan pengampunan ini. Dan berbahagialah yang nantinya bisa sampai pada bulan Suci ini yang akan datang beberapa hari kedepan, Insya Allah hari kamis atau Jumat pekan ini.
Berbicara tentang menyambut kedatangan bulan ramadhan, ada beberapa hal yang mungkin perlu menjadi perhatian bagi kita.

Pertama-PERSIAPAN
Adakah persiapan spesial yang sudah kita siapkan untuk menyambut bulan yang suci ini, seperti mempersiapkan hati, fikiran termasuk fisik kita, atau mungkin mengupdate sedikit ilmu kita tentang bulan Ramadhan dan berbagai macam persiapan untuk kelancaran ibadah kita nantinya....jika belum, MARI KITA SAMA-SAMA SIAPKAN, semoga ketika kita sudah didepan pintu ramadhan dan hendak mengetuknya, tidak ada yang yang tertinggal dan bergumpal menjadi beban.

Kedua-TARGET
Adakah target yang ingin kita capai pada bulan Ramadhan kali ini, mungkin target seperti shalat berjmaah Full satu bulan Suci ramadhan, Khatam Al'quran beberapa kali, dan lain sebagainya, yang menandakan kesungguhan do'a kita untuk bisa lebih baik dari ramadhan sebelumnya. Jika belum memiliki target, mari kita bersama sama menentukan target yang ingin kita capai, dan semoga target tersebut bisa menjadi motivasi dan do'a spesial untuk RAMADHAN kita kali ini.

Sekian, semoga tulisan ini bisa menjadi renungan kita bersama untuk meraih berkah Ramadhan kali ini.

Ya Allah sampaikanlah lankah kemi pada bulan Ramadhan kali ini, yang pintunya sudah beberapa langkah di depan kami. Persiapkan hati kami, pertebalah Iman di dada kami.
Ya Allah....Masukkanlah kami kedalam golongan orang yang berbahagia dengan kedatangan bulan Suci Ramadhan, sehingga dengan perasaan itu, kami akan mempu bersabar dalam memohon pengampunan dan beribadah kepada-Mu.
Ya Allah, ya Rabbi....Jadikanlah Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang paling baik bagi kami dari Ramadhan-Ramadhan sebelumnya.
AAMIIN AAMIIN AAMIIN

Minggu, 01 Juli 2012

Aku Ingin Menjadi Sejarah Indah Kehidupan


Aku tidak ingin kisahku, hanya sebatas sejarah bisu yang teredam bisingnya zaman, diam tanpa makna, diam tanpa kata.
Aku ingin Dia menjadi bintang terang di saat malam tanpa rembulan, Aku ingin dia menjadi kerasnya angin dikala derasnya hujan tak mampu menyadarkan.

Aku tidak ingin kisahku hanya sebatas aku dan hidupku, Dia harus tertanam pada setiap langkah yang aku jejakkan, Dia harus ikut bernyanyi, menari dan ceria mengabarkan setiap kebaikan, untukku, untuk hidupmu, untuk sebagian dari kalian.

Sungguh, aku ingin Dia tertulis dan terbaca, aku ingin Dia terus berteriak dan berkata kata. Aku ingin Dia tersenyum, menghadirkan tawa, mengusir resah membuang gelisah, dan mampu memberikan sejuta harapan yang mungkin selalama ini selalu kalian impikan.

Mungkin untuk itulah aku di sini, untuk itulah aku berani menulis dan lancang berkata-kata, di atas keterbatasan yang sering menghinakan.
Mungkin untuk itulah aku disni, mencoba ikut menyumbangkan setitik makna, mengabarkan setetes kebaikan, sehingga kelak, dikala raga tak lagi bertemankan nyawa, aku masih terkenang sebagai indahnya sejarah kehidupan, aku masih tertulis menjadi baris baris tulisan yang akan selalu mendoakan.

Semoga ini bisa menjadi do'a, untukKU, untuk HidupMu, dan untuk sebagian dari kalia. 

Moerad Qrad

Jumat, 22 Juni 2012

TAKUT

Aku Takut...
Dikala raga ini masih segar dan muda
Dikala hari hari penuh riang canda tawa
Mata ini terpejam lalai melupa

Aku Takut...
Dikala Pujian datang, indah menggoda
Dikala cahaya sanjungan silaukan mata
Aku akan tertipu rasa sombong, terlena membangga

Aku takut...
Dikala kesulitan sesak menghimpit
Dikala sakit membatasi, rasa takut menghantui
Sabar.....tak akan sanggup menjadi tumpuan bersandar



Aku Takut...
Dikala terjebak hinanya dosa
Terperangkap busuknya zina
Dikala Tenggelam dalam kubangan Maksiat
Waktu ku akan tak cukup untuk mengucapkan Taubat....


Aku Sangat Takut...
Dikala raga ini mulai layu termakan renta
dan Ingatan perlahan melupa
Aku tidak lagi disana....dalam khusyu'nya doa doa

Moerad Qrad

Kamis, 21 Juni 2012

Dosa Yang Di banggakan Tak Mendapat Ampunan Allah

Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarokatuh.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
Dari Abu Hurairah radiyallohu anhu, ia berkata, saya pernah mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa. Salah satu contohnya ialah seseorang yang melakukan suatu pekerjaan (buruk) dimalam yang ditutupi oleh Allah, tetapi kemudian pagi harinya ia justru mengatakan, ‘Semalam aku melakukan ini dan ini.’ Ketika tidur malam aibnya sudah ditutupi oleh Tuhannya, tetapi pagi hari ia justru membukanya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Budaya malu memang sudah tinggalkan oleh sebagian besar masyarakat kita, inilah faktor utama yang mengakibatkan orang orang sekarang tidak merasa canggung bahkan terang-terangan dalam berbuat bahkan juga menceritakan dosa dan kejahatan yang sudah diperbuatnya. Parahnya ada sebagian yang entah kenapa merasa bangga jika dosa yang diperbuatnya tersebut diketahui dan sisebut sebut oleh orang lain.
Kehilangan rasa malu berarti kita juga sudah kehilangan salah satu cabang iman, ini sesuai dengan hadis nabi s.a.w yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Iman itu ada 60 lebih (atau 70 sekian) cabang. Iman yang paling utama adalah [ucapan] Laa ilaaha illalloh dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu termasuk cabang dari iman.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sekian semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama, untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Wassalamu’alaykum warohmatulloh wabarokatuh

Kamis, 14 Juni 2012

Relakan Saja


Aku lihat kamu masih sering murung, semenjak kepergiannya kamu lebih senang menyendiri, bersembunyi di balik nyamannya rasa sepi. Tak jarang matamu memerah, karna tak sanggup menahan gumpalan gumpalan tangis yang belum sempat kau tumpahkan.
Aku sangat mengerti perasaan itu, dan aku juga tak pernah bisa membayangkan beratnya cobaan yang dipercayakan tuhan kepadamu. Ditambah lagi kamu sorang pria, yang tak mudah berbagi, yang ingin selalu terlihat kuat, menepis tangis, memaksakan tawa, dan selalu menggunakan kata sabar sebagai tempat bersandar.



"relakan saja",....Mungkin ini kata klise yang tepat untuk menghiburmu saat ini. Jangan biarkan tangisan duka menjerat kaki kakimu sehingga membuatmu terdiam tanpa langkah, bingung tanpa arah.
Berjalanlah disamping waktu, biarkan dia memapah langkah langkahmu. Dan saat sepi terlalu menguasai hatimu, dengarkan merdunya nyanyain hari hari yang sudah terlewati, maka kau akan menemukan semangat baru, semangat untuk berlari, berlalri mengejar beberapa langkah yang sudah terlewatkan.

Kemudian cobalah untuk melepaskan semua tangisan, Teriakan segala duka, tanpa tersisa, biarkan semuanya menjadi kenangan masa lalu, karna masa lalu tak harus indah, seindah masa depan yang harus kamu perjuangkan.



Kutlah saudaraku...kamu hanya perlu melangkah, terus melangkah....

to my cousin Alex...please relakan kepergian Inaq

Senin, 11 Juni 2012

Tak Selamanya

Tak selamanya Tawa berakar bahagia, seperti tangis yang tak harus menumpahkan genangan luka. Pengorbanan juga sering  terbalas tanpa penghargaan, dan tak jarang daun daun cinta habis termakan ulat kebencian.

Tak selamanya kau temui jalan terang nan lapang, terkadang, kau harus menerjang gelap, dan merangkak dibebatuan. Tak selamanya harus berlari mengejar, terkadang harus pelan berjalan, mundur dan melupakan...

Tak selamanya teman adalah kawan, tak sedikit lawan sempurna menjadi pasangan. Kerja keras memang pasti terbayar lunas, lunas terbayar bangga, lunas dengan perihnya kecewa.

Tak semua pintar karna kerasnya belajar, seperti kegagalan yang tak musti diseret kebodohan.

Sebuah renungan ringan.....


Jumat, 08 Juni 2012

Apa Yang Telah Terjadi Dengan KITA?

Bismillah...
 

Bukankah kita seorang muslim, yang mempunyai langkah ,tujuan dan tradisi sendiri, mempunyai kata-kata, mempunyai mimpi, tawa dan tangis yang tidak sepenuhnya sama seperti merka, seperti hidup mereka, seperti agama milik mereka.

Lalu kenapa???
Kita tidak tahu lagi seperti apa seharusnya kita hidup. Kita telah kehilangan segala bentuk jati diri, Kita asing dengan diri kita sendiri,  kita buta, bahkan tuli. Langkah kita goyah, kadang sedikit ke kanan, lalu terpental rebah terkapar di kiri.

Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan Kita?
Kenapa semua terlihat begitu normal, begitu wajar, terasa begitu benar, bahkan hati, sunyi lelap dalam ambigunya rasa nyaman, sementara kita tahu semua itu salah, itu dosa, itu hina, itu sumber petaka...

Kenapa ada rasa bangga ketika menciptakan dosa dosa, kenapa kita begitu semangat ketika berada di jalan maksiat, Kenapa ada tawa lepas ketika sesal seharusnya menjadi jawaban dari sebuah kesalahan, enthalah,,,janji pasti di Kitab suci tak lagi begitu berarti.

dan kini kita mulai malu memakai baju yang kita jahit, takut memakan hidangan yang kita siapkan sendiri, takut mengatakan setiap kebenaran yang sudah ditetapkan. sementara Kaki kaki kita mulai lelah tanpa langkah, Mulut kita terus bernyanyi tanpa bunyi, dan mata kita buta meraba, tanpa cahaya, gelap...hilang tersesat.
..................................................???




Atau kita memang terlahir seperti ini, seperti saat ini, tanpa daya, lemah, hampir tak bernyawa. Kita hidup dalam plagiat tradisi dan terjebak dalam kubangan system menjerat mengikat milik mereka, selalu dari mereka.
Aku tidak mau terus seperti ini, Muslim tanpa sebuah jati Diri... !!!

shalawat and salam to Muhammad s.a.w

Kamis, 24 Mei 2012

Andai Aku Adalah Dia

Ya Rabb...
Andai aku adalah dia, apakah aku juga akan tidur dan terlupa
Andai aku adalah dia, apakah aku juga akan sombong dan menggila
Andai mulutku mewakilkan isi hatinya, apakah aku juga akan tertawa dan menghina

Ya Rabb...
Andai aku adalah dia, apakah aku juga akan pergi dan tak peduli
Andai aku adalah dia, apakah aku juga akan sakit dan mencaci
Andai langkahku berada di jalannya, apakah aku juga akan mengetuk pintu pintu neraka

Jika memang demikian Ya Rabb...
Biarkan aku menjadi burung hutan yang sabar menunggu turunnya hujan
Biarkan aku menjadi lebah-lebah taman yang penuh jiwa persahabatan
Biarkan aku menjadi semut di lubang lubang yang hidup dengan penuh perjuangan
Biarkan aku menjadi rumput liar, sederhana menatap kehidupan

...........................................................................................
Jika itu memang harga sebuah ridho dan pengampunan


Moerad Qrad

Jumat, 11 Mei 2012

Coba Renungkan

Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarokatuh

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak kita merenung sejenak, semoga dengan melakukan hal tersebut kita bisa sedikit memperbaiki langkah-langkah yang mulai menjauh dari jalan-NYA.





Pernahkah kita merenung tentang apa saja yang sudah kita kerjakan hari ini, perkataan apa saja yang sudah kita ucapkan, kicauan pa saja yang sudah kita nyanyikan di twitter kita, coretan apa yang sudah kita torehkan di dinding facebook kita. Adakah secuil manfaat yang kita sumbangkan hari ini, dari perkataan, perbuatan, dan tindakan kita. Adakah hari ini orang yang sakit hati dengan tingkah kita, adakah orang yang jengkel dengan kelakuan kita, adakah orang tersinggung dengan perkataan kita...Coba renungkan
Ingat...Setiap keburukan yang kita sumbangkan hari ini, akan berbuah petaka di Esok, Lusa atau suatu saat nanti.

Bukankah Allah yang maha pengasih lagi Maha penyayang tidak pernah menimpakan azap kepada kita, kecuali kita sendiri yang memanggil azap tersebut ke kehidupan kita, dengan perkataan kotor kita, dengan kesombongan kita, dan dengan kelakuan keji kita...Sudahkah kita renungkan?

Bagaimana dengan shalat kita, masih merasa cukup hebat untuk shalat sendiri dan meninggalkan jamaah di Masjid. Atau masih sering telat karna terlalu repot dan terjebak dengan rutinitas dunia. Apakah level shalat yang kita persembahkan kepada-NYA masih tidak bisa menjaga kita dari dosa dan hina. Melihat dunia akhir zaman ini, kita membutuhkan level shalat yang harus cukup untuk membendung maksiat yang yang banyak dijual murah dijalanan.

Pernahkah kita berfikir tentang akhirat kita, apa yang sudah kita siapkan dan cukupkah bekal yang sudah kita kumpulkan. Apakah kepastian akhirat masih belum bisa menyadarkan kita. Perlu kita ingat, mati itu bisa saja datang hari ini, besok, atau lusa. Bersukurlah orang yang sakit sebelum mati, karna bisa sedikit bersiap untuk menghada sang kuasa. Bagaimana kalo kita mati mendadak, kita tidak sempat memohon ampun dosa yang kemarin, kita tidak sempat memohon ampun pada dosa-dosa lama yang sudah berlumut hitam membatu dan terlupa. Kita sama ketahui segala yang sudah kita perbuat ntah baik dan buruk, semua terekam abadi di sebuah buku induk, semoga dengan bertaubat catatan kelam yang sudah kita torehkan bisa dihapus.

..."LETAKKANLAH DUNIA DI TANGANMU DAN AKHIRAT DI HATIMU"....
Sekaran Coba tanya dirimu, dan jawab dengan jujur, mana lebih penting bagi mu, akhirat atau dunia?
Jawab saja dengan jujur, tidak bakalan ada yang akan dirugikan dengan menjawab jujur. Jika dunia masih terasa lebih penting, apakah kita yakin akan selamat kelak di sana. Atau mungkin iman di dada ini masih perlu dipertanyakan. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang di beri hidayah dan petunjuk.

Apakah kita sering merasa lebih hebat dari orang lain, merasa lebih baik dari orang lain, merasa lebih alim dari orang lain, merasa derajatnya lebih tinggi dari orang lain. Apakah kita masih saling tunjuk sana sini, saling menyalahkan dan menganggap diri paling benar, merasa paling berhak masuk surga.

Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda:

“Tidak akan masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya
ada setitik dzarrah sifat sombong”
Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw:
“Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakaiannya itu indah atau sandalnya juga baik”
Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan.
Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain”
(HR Muslim)

Seberapa sering kita membaca shalawat ke nabi kita, nabi besar Muhammad saw, atau apakah kita lebih mengidolakan para penyayi kafir, para pemain sepak bola kafir, para artis Film kafir atau para pembesar-pembesar kafir lainnya. Tidak ada yang salah mengagumi mereka, tapi sungguh itu merupakan keyataan yang sungguh ironis, jika kita lebih mencintai dan mengagumi mereka dibandingkan dengan  nabi kita sendiri.

Sekian..
Semoga ini bisa menjadi bahan renungan, agar kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi....

shalawat and salam to Muhammad saw
Old Post ►
 

Copyright 2012 Motivasi dan Inspirasi: Renungan Template by Bamz | Publish on Bamz Templates