Jumat, 01 April 2011

CUMA SATU PINTA MAMA "MENIKAHLAH"

Ini berawal dari pertemanan ku dengan seorang gadis baik bernama “maya” di tahun 2006, saat aku kerja di Jakarta. Semakin lama hubungan kami begitu dekat, sudah selayaknya saudara sendiri.
Semua masalahku masalah dia,begitupun sebaliknya..mungkin, karna tempat kerja yang bersebelahan sehingga pertemuan pun menjadi intens.

Saat  aku main ke rumahnya…aku di perkenalkan dengan ibunya tapi sampai saat ini pun aku tak tahu siapa namanya….aku hanya memanggil  beliau dengan sebutan “mama”…beliau selalu mengingatkan aku, memberi motivasi dan bimbingan kepadaku tetang arti hidup.
Setiap kali aku menemui masalah, aku selalu mencari mama..entah mengapa perasaanku bisa lebih tenang bila sudah bercerita kepadanya..mungkin karna aku jauh dari org tuakusehingga mamalah yg menjadi org tua ke 2 buatku.

Terkadang mama juga bercerita kepadaku bahwa ia ingin anaknya ”maya” bisa cepat menikah agar tugasnya selesai ….PINTA MAMA YG PERTAMA. tapi maya selalu menolak dengan alasan belum siap….,belum ada dana yg cukup…! padahal maya sudah lama menjalin kasih dengan pacarnya, aku pun heran…kenapa mereka tidak berniat utuk segera menikah.

Pada suatu hari, mama jatuh sakit dan di rawat di sebuah Rumah sakit terkenal di Jakartastroke, penyakit yang sudah lama di idapnya kembali mengerogoti tubuhnya tp mama slalu berusaha bertahan melawan penyakitnya... ! maya menangis saat memberi kabar itu kepadaku.

Dalam keadaan koma dan tak ingat apa2, mama pun kembali mengucapkan permintaan yang sama kepada maya..untuk segera menikah, PINTA MAMA YG KEDUA . kondisinya melemah dan ingatannya berkurang , namun bibirnya yang pucat selalu menyebutkan nama “maya” tanpa ia tahu yg mana itu anaknya yg bernama “maya” begitu pun denganku…mama tak ingat sedikit pun. mama bnr2 kehilangan memory..tapi maya tetap menolak dengan alasan yg sama

Saat itu, Aku menyaksikan butir-butiran air mata turun membasahi pipi mama...

Seminggu berselang, mama pun diperbolehkan dokter untuk pulang dari rumah sakit untuk  dirawat dirumah



Tak pernah ku sangka, Idul Fitri thn 2008 adalah kunjungan ku terakhir kerumah mama. Aku di tlp oleh pihak kantor untuk pindah tugas ke luar kota. aku pun minta saran ke mama.. “gimana ma.? kalau aku kerja diluar pulau..kantor memintaku untuk pindah kerja?tanyaku kepada mama..

Ambillah imam gpp…mungkin ini adalah awal kamu meraih sukses..”jawab mama

“Iya ma..”jawab ku

Ada harapan yang tumbuh di hatiku semoga ini awal kesuksesanku dlm karier.



Akhirnya, tiba juga saatnya keberangkatanku. Sebelum pergi aku berkata kepada maya..may..cepatlah nikah..senanginlah hati mama..!!!pinta ku

ngak im…..belum siap aku!!! nantilah kalau semuanya sudah siap pasti aku nikah”jawab maya

Kapan may..????sahutku….!!!!

Nanti lah..pasti aku kasih kabar ke kamu….

Janji yach….!!!!!! Mayapun menyahut “ iya aku janji”



Setelah beberapa lama aku kerja di kota lain aku pun mendengar kabar dari maya bahwa mama kembali sakit . tak terasa aku pun menangis mendengar bahwa mama terbaring dirumah sakit dan tak sadarkan diri. keadaan mama lebih memprihatinkan dari yang lalu..seluruh tubuh nya tidak bisa bergerak, koma, hanya tatapan kosong yang bisa ia pancarkan.



Tiba tiba,di dalam komanya mama berucap “May…menikah lah”  PINTA MAMA YG KE TIGA. maya tersontak kaget dan seketika menangis mendegar pinta yang sama oleh ibunya.



Tanpa penolakan n berpikir panjang, Keesokan hari nya maya pun bertekad mewujudkan keinginan mama .. berharap dgn dirinya menikah mama bisa sembuh.

Pernikahan pun berlangsung di sebuah ruangan kecil dirumah sakit dengan disaksikan anggota keluarga nya. Suasana yang harusnya indah..berganti menjadi  suasana yg haru, tak seorangpun apalagi maya pernah membayangkan acara penikahannya berlangsung di rumah sakit.



Akhirnya..mama bisa menyaksikan pernikahan putrinya, walaupun dengan sisa-sisa kesadarannya..ada senyum yang terkembang di bibir pucat itu...sebuah kebahagiaan yang menyeruak dari sisi hatinya!

Ruangan kecil dan suasana sakral itu di hiasi oleh tangisan dan tatapan sendu dari setiap keluarga yang datang...menahan rasa sedih yg tak terhingga.



Setelah acara ijab qobul pun selesai.maya pun menghampiri mama dan berkata “ma…may.. udah menikah ma…mama bangun….ma..mama bangun….!!!”may pun menangis….ma bangun…kata2 itu terus terucap.


Tapi tubuh yang tergolek  itu tak bergerak sedikitpun..kaku ..ternyata Allah sudah merangkul mama ke dalam pelukanNya. Mama pergi bersama senyuman n air matanya..ada sebuah tanggung jawab yang sudah terlaksana..kedamaian dan ketenangan pun akhirnya bisa ia rasakan,walaupun di detik-detik akhir perjuangannya.

Semoga mama ditempat kan disisi Alloh SWT…Amin


Dari ku : IMAM PRIESTIAN
Maafkan Aku ma..Tidak Sempat Menjenguk Mama…
Doa ku Selalu Menyertai Mama..
 I LOVE MAMA…..

0 komentar:

Posting Komentar

◄ New Post Old Post ►